Rabu, 05 Desember 2012

Jangan Terlambat dalam Kebaikan

Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:
Dari Nabi saw., beliau bersabda: Beberapa umat ditunjukkan kepadaku. Aku melihat seorang nabi bersama sekelompok kecil (tidak lebih dari sepuluh orang), ada lagi nabi yang disertai seorang atau dua orang dan ada pula nabi yang tidak disertai seorang pun. Tiba-tiba ditunjukkan padaku kelompok besar. Aku menyangka mereka adalah umatku. 


Tetapi lalu dijelaskan: Ini adalah Musa as. dan kaumnya. Lihatlah ke ufuk! Aku memandang ke sana, ternyata ada kelompok besar. Dijelaskan lagi kepadaku: Pandanglah ke ufuk yang lain. Ternyata ada juga kelompok besar. Dijelaskan padaku: Ini adalah umatmu. Di antara mereka ada tujuh puluh ribu masuk surga tanpa hisab dan siksa. Kemudian Rasulullah saw. bangkit dan masuk ke rumahnya. Para sahabat membicarakan siapa yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa siksa. Sebagian berkata: Barangkali mereka adalah orang-orang yang selalu menyertai Rasulullah saw. Sebagian berkata: Mungkin mereka adalah orang-orang yang dilahirkan dalam Islam dan tidak menyekutukan Allah. Mereka saling mengemukakan pendapat masing-masing. Ketika Rasulullah saw. saw. keluar lagi, beliau bertanya: Apa yang kalian bicarakan? Mereka memberitahu, lalu Rasulullah saw. bersabda: Mereka adalah orang-orang yang tidak menggunakan jimat/mantera tidak minta dibuatkan jimat, tidak meramalkan hal-hal buruk dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal. Ukasyah bin Mihshan berdiri dan berkata: Berdoalah kepada Allah semoga Dia berkenan menjadikanku termasuk di antara mereka. Rasulullah saw. bersabda: Engkau termasuk di antara mereka. Kemudian yang lain berdiri dan berkata: Berdoalah kepada Allah, semoga Dia berkenan menjadikanku bagian dari mereka. Rasulullah saw. bersabda: Engkau telah didahului Ukasyah. (Shahih Muslim No.323)

Demikian resiko perlombaan, siapa lebih dulu dialah yang akan mendapatkan kemenangan dan kebaikan. Banyak diam termangu dan terlalu banyak berfikir saat kebaikan ada di depan kita hanya akan membuat kita terlambat dan merugi... 

Allah Swt memerintahkan kepada kita utk senantiasa berkompetisi dalam hal kebaikan,sebagaimana firmannya:
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(QS.Al-Baqoroh:148)

Dalam ayat diatas Allah memotivasi kita agar kita senantiasa berkompetisi dalam melakukan perbuatan baik.
Mengapa? karena sebagaimana layaknya suatu kompetisi atau lomba,ada berbagai tingkatan hadiah/pahala yg disediakan oleh Allah bagi para peserta kompetisi,yang tentunya berbeda-beda jumlahnya,ada yang paling besar,sedang dan juga mungkin kecil,bahkan dalam suatu kasus ada yang sama sekali tidak mendapatkan hadiah sama sekali. Dan hal ini bukan hanya untuk urusan akherat saja, tetapi juga dlm urusan duniawi juga.

1. ada pahala yang sangat besar bagi trendsetter karena terus-menerus mendapatkan pahala,setiap kali amalannya diikuti oleh orang lain.
seperti yang diungkapkan oleh hadits sahih yang diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya: "Barangsiapa membiasakan (memulai atau menghidupkan) suatu perbuatan baik dalam Islam, dia akan mendapatkan pahala dari perbuatannya itu dan pahala dari perbuatan orang yang mengikuti kebiasaan baik itu setelahnya dengan pahala yang sama sekali tidak lebih kecil dari pahala orang-orang yang mengikuti melakukan perbuatan baik itu. Sementara, barangsiapa yang membiasakan suatu perbuatan buruk dalam Islam, ia akan mendapatkan dosa atas perbuatannya itu dan dosa dari perbuatan orang yang melakukan keburukan yang sama setelah nya dengan dosa yang sama sekali tidak lebih kecil dari dosa-dosa yang ditimpakan bagi orang-orang yang mengikuti perbuatannya itu.” (diriwayatkan oleh Muslim, an-Nasa'i, Ibnu Majah, dan Tirmidzi dengan periwayatan secara ringkas)

setiap kali org lain mengikuti perbuatan baik kita,maka pahala akan selalu mengalir juga kepada kita,…..sungguh berkah yg tiada terkira bagi para trendsetter, dan bukan utk para follower

2. Trendsetter mendapat pahala surga
- sebagaimana kisah bilal dgn menjaga wudhunya
- sebagaimana kisah sahabat anshor dengan amalan yg memohon ampun kepada Allah dan memaafkan dan mengikhlaskan kesalahan yg diperbuat org lain kepadanya sebelum tidur
- sebagaimana sahabat yg mengimami sholat dgn membaca surat Al-Ikhlas sebelum membaca surat lainnya
- dan masih banyak lagi, Insya Allah

3. Hanya Trendsetter yang mendapat penghargaan, dan bukan untuk follower.

Sebagaimana saya sebutkan diatas bahwa dalam hal2/kasus tertentu, yg mendapatkan penghargaan hanyalah trendsetter, dan follower tidak mendapat bagian apa2.
sebagaimana hadits  riwayat Ibnu Abbas ra.:
Dari Nabi saw., beliau bersabda: Beberapa umat ditunjukkan kepadaku............... Ukasyah bin Mihshan berdiri dan berkata: Berdoalah kepada Allah semoga Dia berkenan menjadikanku termasuk di antara mereka. Rasulullah saw. bersabda: Engkau termasuk di antara mereka. Kemudian yang lain berdiri dan berkata: Berdoalah kepada Allah, semoga Dia berkenan menjadikanku bagian dari mereka. Rasulullah saw. bersabda: Engkau telah didahului Ukasyah. (Shahih Muslim No.323)


4. Banyak org sukses karena menjadi trendsetter


Kita lihat disekeliling kita, bahwa para org2 sukses,org2 tenar dan org2 kaya,kebanyakan mereka adalah trendsetter.misal, para penemu,para bisnisman yg selalu mencoba bereksplorasi dalam usahanya,akhirnya mereka menjadi leader dalam bisnisnya masing2.

Sayangnya.....kadang trendsetter,org2 kreatif dan inovatif,muncul dalam diri org2 yg dalam keterpaksaan dan mempunyai keterbatasan.misal karena didorong utk memenuhi kebutuhan hidup, org yg kampungnya belum teraliri listrik sehingga mereka bisa menciptakan sumber listrik sendiripembuat kaki palsu dimojokerto karena tidak dapat membeli kaki palsu dll. (kayak acara di TV-TV itu lho...)

Akhirnya, mari menjadi trendsetter, org yg kreatif dan inovatif dalam kehidupan normal kita, tanpa perlu menunggu datangnya keterbatasan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar