Kamis, 25 Oktober 2018

Belajarlah sebelum engkau menjadi Pemimpin


Imam Syafi'i: Belajarlah Sebelum Engkau Menjadi Pemimpin!

Dalam kitab Bustanul Arifin karangan Imam An-Nawawi rahimahullaا (631-676), beliau mengutip perkataan Imam Asy-Syafi'i Radhiyallahu Ta'ala 'Anhu tentang penting seseorang belajar sebelum menjadi pemimpin.

تفقّه قبل أن ترأس, فاذا رأست فلا سبيل الى التفقّه.

Artinya:
"Belajarlah sebelum engkau menjadi pemimpin, sebab ketika engkau telah memimpin, tiada masa lagi untuk belajar".

Imam Syafi'i seakan mengingatkan kepada kita bahwa memimpin bukanlah main-main atau 'coba-coba'!

Tapi memimpin adalah pertanggungjawaban! Seorang pemimpin akan menentukan nasib manusia yang dipimpinnya, dan tentu saja rakyat yang ia pimpin bukanlah kelinci percobaan untuk ia belajar layaknya seorang mahasiswa yang praktikum di laboratorium!

Memimpin adalah amanah berat yang harus dipikul oleh mereka yang berilmu! Bila tiada ilmu, celakalah badan!

Karena itu, ketika Khalifah Harun Ar-Rasyid bertemu dengan Bahlul, Harun Ar-Rasyid bertanya:

"Engkau kenal siapa saya?".

Bahlul menjawab:

"Ya, saya tahu! Engkau adalah orang yang ketika ada seseorang yang kelaparan di ujung timur negeri ini, engkau akan dituntut atas hal tersebut di akhirat!".

Selasa, 25 September 2018

Persatuan Umat Lebih Penting daripada Pendapat Baru


Diceritakan dalam kitab al-Musawwadah fi Ushul al-Fiqh karya Ibnu Taimiyah:

(عن القاضي أبى يعلى أنه قصده فقيه ليقرأ عليه مذهب أحمد فسأله عن بلده فأخبره.

Al-Qadhi Abu Ya'la didatangi seorang pelajar fiqih untuk belajar mazhab Hanbali kepadanya. Lalu Abu Ya'la menanyakan tentang negeri asalnya. Pelajar itu mengabarkan tentang hal ihwal negerinya.

فقال [أي أبو يعلى] له: إن أهل بلدك كلهم يقرأون مذهب الشافعي فلماذا عدلت أنت عنه إلى مذهبنا.

Abu Ya'la berkata kepadanya: Penduduk negerimu semuanya mengikuti mazhab Syafi'iy. Kenapa Anda akan berpindah ke mazhab kami?

فقال له: إنما عدلت عن المذهب رغبة فيك أنت.

Pelajar itu berkata: Aku berpindah dari mazhab Syafi'iy karena suka kepada Anda.

فقال [القاضي أبو يعلى]: ان هذا لا يصلح فإنك إذا كنت في بلدك على مذهب أحمد وباقي أهل البلد على مذهب الشافعي لم تجد أحدا يعيد معك، ولا يدارسك وكنت خليقا أن تثير خصومة وتوقع نزاعاً، بل كونك على مذهب الشافعي حيث أهل بلدك على مذهبه أولى ودله على الشيخ أبى إسحاق وذهب به إليه).

Abu Ya'la berkata: Ini jelas tidak baik. Jika Anda hidup di negerimu mengikuti mazhab Hanbali, sementara seluruh penduduk negerimu mengikuti mazhab Syafi'iy, Anda tidak akan menemukan seseorang yang akan mengulangi pelajaran dan belajar bersama Anda. Anda pasti akan mengobarkan permusuhan dan menimbulkan pertengkaran. Justru Anda mengikuti mazhab Syafi'iy seperti penduduk negeri Anda itu lebih baik.

Kemudian Abu Ya'la menunjukkan pelajar tersebut kepada Syaikh Abu Ishaq dan membawanya kepada beliau untuk belajar fiqih Syafi'iy.
Syaikh Abi Ishaq adalah pengarang kitab al-Muhadzdab, kitab monumental dalam mazhab Syafi'iy yang di-syarah oleh Imam Nawawi dengan kitab al-Majmu'.

#copasWAG

Senin, 24 September 2018

Back to ALLAH



Setiap manusia tidak lepas dari berbagai masalah, karena kehidupan memang penuh dengan masalah. Bila masalah selesai maka kehidupan pun berakhir.


Bila kita merasakan tidak ada tempat mengadu, hilang arah tujuan, ingatlah sesungguhnya tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala.

Kembalilah kepada ALLAH, berserah diri sepenuhnya kepada-Nya. Semua masalah Allah yang hadirkan untuk menguji hamba-Nya.

Yakinlah Dia tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Suburkanlah iman di hati dan selalu menginsafi diri. Sesungguhnya setiap ujian itu adalah pembuka jalan untuk kembali kepada ALLAH.


Inilah caranya ALLAH menuntun kita agar tidak jauh dari-Nya. Mintalah pertolongan dari-Nya dengan meningkatkan sabar dan memperbanyak shalat.


Perteguh tawakkal dan ridha dengan takdir-Nya. Kembalilah kepada ALLAH dengan memilih jalan kehambaan. Insyaa Allah akan ada tempat bagi melabuhkan jiwa yang Lelah.

Rabu, 19 September 2018

Tawon dan Burung Elang



Di pagi yg cerah, seekor burung elang mengamati kegiatan segerombolan tawon (lebah) yg terlihat sibuk membuat sarang.
Tampak seekor tawon terbang hinggap di antara bunga² hutan yg mekar, mengisap sari madu & terbang kembali ke dahan memberikan sari madu ke sarangnya.
"Hai tawon kecil, untuk apa kalian repot membuat sarang sebesar itu? Umur tawon khan sangat pendek, Tak perlu susah² bekerja! Santai² saja & nikmati kehidupanmu yg singkat itu."


"Umurku memang tak sepanjang umurmu, Tapi justru karena PENDEKNYA waktu yg aku punya, aku TIDAK BOLEH ME-NYIA²KANNYA.
Aku harus BEKERJA GIAT & LEBIH RAJIN, agar sarang kami bisa selesai sesingkat umur kami."
"Untuk apa sarangmu harus di selesaikan cepat², toh kamu akan segera mati? kamu pun tak bisa menikmati sarang yg tlah di buat dgn susah payah."


"Tuan elang yg gagah & berumur panjang, kasihan sekali caramu berpikir. Justru umur kami yg SINGKAT inilah yg HARUS kami HARGAI dgn SUNGGUH². kami memang makhluk kecil & berumur pendek, tapi kami BANGGA & BAHAGIA karena BISA BERARTI BAGI MAKHLUK LAIN, yaitu dengan MEMBERI SEMUA HASIL KERJA KERAS yang tlah dilakukan seumur hidup kami. Itulah arti keberadaan kami."

Mendengar ucapan tawon, burung elang terdiam.

Ternyata di balik penampilan makhluk yg kecil & berumur pendek, kehidupan mereka pun memiliki arti tersendiri.
Seberapapun panjang & pendeknya sebuah kehidupan, itu adalah misteri alam YANG MAHA KUASA.


Sebagai manusia, kita tak pernah tahu kapan waktu kita akan berakhir.

Tapi jika DI SETIAP PENGGAL WAKTU yg kita punya, kita punya DEDIKASI untuk melakukan yg terbaik, serta mampu BERTANGGUNG JAWAB atas kehidupan kita sendiri (apalagi juga bermanfaat bagi orang lain), niscaya tiap hari yg kita jalani adalah hari yg penuh GAIRAH, GEMBIRA, OPTIMIS, PRODUKTIF, & DINAMIS.

Semoga Bermanfaat

#copasWAG

Sabtu, 08 September 2018

Kemana engkau Akan Pergi duhai Jiwaku ?

Kemana engkau akan pergi, wahai jiwaku ?
Seorang alim nan sholeh mendadak pingsan ketika membaca al-Qur'an ayat 26 surat At-Takwir yang berbunyi: Fa aina tadz_habuun? (Ke mana kamu akan pergi?).

"Tentang tujuan, tak menjadi masalah bagiku, karena aku sudah tahu; yaitu hadirat Allah SWT. Dan untuk sampai ke sana, harus melalui tahapan-tahapan, mulai dari kematian, alam kubur, kebangkitan dan pengadilan. Yang menjadi masalah, apakah aku memiliki bekal untuk menyelesaikan tahapan-tahapan tersebut? Apakah aku memiliki sesuatu yang berharga untuk dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT, kecuali diriku yang hina dina tanpa amal kebajikan sedikitpun." demikian yang ia renungkan...


seberapa banyak bekal yg sudah kita siapkan untuk pergi menghadap-NYA ?

Ya Allah karuniakanlah kami husnul khotimah....

Jumat, 07 September 2018

Jebakan 99


Ada seorang Raja yang sedang termenung sambil melihat taman di depan istananya.

Ia gelisah karena tak pernah merasakan ketenangan dan sulit sekali menemukan kebahagiaan.
Kesehatannya mulai menurun karena ia mulai susah tidur akibat banyaknya pikiran yang mengganggu.
Padahal selama ini ia tidur di  kamar mewah di atas kasur yang empuk.
Ketika sedang melamun..

sang raja melihat seorang tukang kebun yang sedang bekerja sambil tertawa.

Setiap hari ia datang dengan senyuman dan pulang dengan keceriaan.
Padahal gajinya pas-pasan dan rumahnya begitu sederhana.
Tak pernah tampak kesedihan di wajahnya.
Saat dia pulang keluarganya telah menunggu dengan hidangan makan yang seadanya dan keluarga kecil ini pun makan dengan bahagia.

Raja pun heran melihat orang ini.

Ia memanggil penasihatnya dan  tanya :
Hai penasihatku,
telah lama aku hidup di tengah kegelisahan,
padahal aku memiliki segalanya⁉

Tapi aku sungguh heran melihat tukang kebun itu.
Tak pernah tampak kesedihan di wajahnya.
Kadang2 ia tertidur di bawah rindangnya pohon,
seperti tak ada beban dalam hidupnya,
padahal& ia *tidak memiliki apa-apa !


Sang Penasehat tersenyum dan berkata :
Itu karena tukang kebun itu tidak menyentuh Jebakan 99.

Bila& tukang kebun itu *terkena jebakan ini,
maka hidupnya akan gelisah dan ia tdk akan bisa tidur.

“ Apa yang kau maksud dengan Jebakan 99 ? ”
tanya raja.
“ Besok malam perintahkan prajurit untuk mengantarkan hadiah kepadanya.
Sediakan satu kotak uang dan tulislah 100 Dinar.
Namun isi lah kotak itu dengan 99 dinar saja. ”

Raja pun menuruti saran dari penasihatnya.

Ketika hari mulai gelap,
prajurit mengetuk pintu rumah tukang kebun ini dengan membawa hadiah.

Si tukang kebun membuka pintu rumahnya dan terkejut melihat prajurit membawa kotak hadiah.
“ Ini hadiah dari raja untukmu. ”
kata si prajurit.
“ Ya ~ sampaikan terima kasihku kepada raja. ”
jawab tk kebun sambil kegirangan melihat kotak dengan tulisan 100 dinar.
Belum pernah ia memiliki uang sebanyak itu.

Ia segera membawa masuk kotak itu dan menghitungnya bersama keluarga.

Namun anehnya,
jumlah uang didalam kotak itu hanya 99 dinar.

Dia pun menghitung ulang lagi,
tapi tetap jumlahnya 99.

Dia yakin,
pasti ada uang yang jatuh.

Dia mencari-cari di sekitar pintu,
tapi tak menemukan apa-apa.

Akhirnya dia mencoba untuk menelusuri sepanjang jalan menuju istana.
Semalaman ia mencari,
tapi tetap tidak menemukan apa-apa.

Matahari mulai terbit,
raja beserta penasihatnya menanti tukang kebun ini.


Tak berapa lama dia datang dengan wajah yg masam dan merengut.

Raja pun kaget dan bertanya pd penasihat nya :
Apa yang terjadi ?

Tak biasanya ia datang dengan wajah seperti ini !
Penasihat raja menjawab :
Duhai raja,
begitulah kehidupan. ✅

Kita memiliki banyak hal,
‼namun kita mencari yg tdk kita miliki.

Orang ini mendapatkan 99 dinar secara cuma2,
namun ia sibuk mencari 1 dinar yang hilang ⁉

👉 Munculnya kegelisahan hati.
Karena kita mencari sesuatu yang tidak kita miliki,
🙈 sementara kt tidak pernah sungguh2 mensyukuri banyaknya anugerah yg kita punya. 😭


Renungan bagi kita bila kadang bisa merasa kurang bersyukur.


#copasWAG

Barokah itu NYATA atau hanya mitos ?


Suatu ketika, Syaikh Ibrahim bin Adham ra., pernah terlibat dialog dengan salah seorang kafir zindiq yang tidak percaya akan eksistensi barokah.
Zindiq itu berkelakar, "Yang namanya barokah itu jelas tidak ada (hanya mitos)".
Mendengar itu, Syaikh Ibrahim lantas menanggapi pernyataannya:
Bin Adham : "Pernahkah kamu melihat anjing dan kambing?
Zindiq : Ia, tentu...
Bin Adham : Mana dari keduanya yang lebih banyak berreproduksi dalam melahirkan anak-anaknya?
Zindiq : Pastinya anjing, anjing bisa melahirkan sampai 7 anak anjing sekaligus. Sedangkan kambing hanya mampu melahirkan setidaknya hanya 3 anak kambing saja.
Bin Adham : Coba perhatikan lagi di sekelilingmu, manakah yang lebih banyak populasinya antara anjing dan kambing?
Zindiq : Aku lihat kambing lebih mendominasi, jumlahnya lebih banyak dibandingkan anjing.
Bin Adham : Bukankah kambing itu sering disembelih? Entah itu untuk keperluan hidangan jamuan tamu, prosesi kurban Idul Adha, acara aqiqah, atau momen istimewa dan hajat lainnya?
Tapi ajaibnya spesies kambing tidak kunjung punah dan bahkan jumlahnya justru nampak melebihi anjing.
Zindiq : Iya, iya, betul sekali
Bin Adham : Begitulah gambaran berkah
Zindiq : Jika tamsilnya begitu, lalu kenapa justru kambing yang mendapat berkah, bukan anjing?

Syaikh Ibrahim Bin Adham kemudian menutup dialog itu dengan jawabannya yang cukup menyentil:

لأن الأغنام تنوم أول الليل و تصحى قبل الفجر فتدرك وقت الرحمة فتنزل عليها البركة. وأما الكلاب تنبح طول الليل فإذا دَنا وقت الفجر هجست ونامت ويفوت عليها وقت الرحمة فتنزع منها البركة

Karena kambing lebih memilih tidur di awal petang tapi, ia selalu bangun sebelum fajar, di saat itulah ia mendapati waktu yang penuh dengan rahmat, hingga akhirnya turunlah Berkah kepadanya.


Beda halnya dengan anjing, ia doyan menggonggong sepanjang malam, tetapi di saat menjelang fajar ia malah pergi tidur sampai melewatkan saat-saat turunnya kucuran Rahmat dan ia pun tidak kebagian Berkah.

والله أعلم بالصواب
 

#dariWAG.