Minggu, 17 September 2017

IBNU MASKAWAIH

Ibnu Maskawaih, tokoh abad ke-4 Hijriah, semasa mudanya suka berfoya-foya dan berhura-hura, kemudian bertaubat dan berubah 180 derajat hingga akhirnya menjadi seorang yang --bukan hanya shalih tapi juga-- pakar pendidikan dan menelurkan banyak karya tentang pendidikan dan moral (etika).

Pepatah Arab mengatakan:

إذا زاد الشيئ عن حده انقلب إلى ضده

"Apabila sesuatu melebih batas kadarnya ia akan berubah menjadi sebaliknya."


Hikmahnya:

Jangan pernah mencela atau menghina seseorang karena kondisinya saat ini.
Boleh jadi ia akan menjadi orang yang lebih baik daripada dirimu di kemudian hari.

Ketika kita melihat orang yang bergelimang dosa dan kesalahan, berdoalah supaya Allah SWT memberinya hidayah dan membimbingnya ke jalan yang benar serta kita mohon perlindungan dari segala keburukan.

Semoga Allah memperbaiki kita semua.

Jumat, 15 September 2017

TANGGUH

Tangguh bukan berarti bisa menaklukan segalanya,
namun untuk tetap berdiri tegak
walau tubuh ini memberi sinyal untuk menyerah,
kita tetap gigih bertahan.
Itulah yang dinamakan tangguh.

Tangguh adalah sikap jujur dalam menjalani hidup,
memaksimalkan fungsi dirinya,
berani mengambil resiko
dalam melaksanakan hal-hal besar dalam hidup,
berani mengakui kesalahan
dan berhenti mengeluh mengasihani diri...

Kamis, 14 September 2017

Perbedaan Ucapan Alhamdulillah

Perbedaan Ucapan Alhamdulillah

Yang pertama adalah ucapan hamdalah yang berbunyi:


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ


Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat” yang artinya segala puji bagi Allah yang dengan kenikmatan-Nya menjadi sempurna segala amal sholih


Kemudian, ucapan hamdalah lainnya adalah:

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
.

Alhamdulillah ‘ala kulli hal“ yang artinya segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan.
Lantas, apa beda penggunaan dua kalimat ini?

Kalimat yang pertama diucapkan untuk melihat hal-hal yang kita sukai, sedangkan kalimat kedua, diucapkan ketika menyaksikan hal-hal yang tidak kita sukai, meniru apa yang disabdakan oleh tuntunan kita, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, seperti yang termaktub dalam hadits berikut ini:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ ». وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ ».

Dari Aisyah, kebiasaan Rasulullah jika menyaksikan hal-hal yang beliau sukai adalah mengucapkan “Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat”. Sedangkan jika beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan beliau mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli hal“” [HR Ibnu Majah no 3803 dinilai hasan oleh al Albani]


Demikian perbedaan kedua ucapan Alhamdulillah tersebut, mudah-mudahan yang sedikit ini berguna.

Wallahu a’lam

#dariWAG

Akhlak ulama dalam menyikapi perbedaan pendapat...


Alangkah indahnya ungkapan al-Imam asy-Syafi’i kepada Yunus ash-Shadafi:

يَا أَبَا مُوْسَى ، أَلَا يَسْتَقِيْمُ أَنْ نَكُوْنَ إِخْوَانًا وَإِنْ لَمْ نَتَّفِقْ فِيْ مَسْأَلَةٍ

“Wahai Abu Musa, Apakah kita tidak bisa untuk tetap bersahabat sekalipun kita tidak bersepakat dalam suatu masalah?!”.


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullahu Ta’ala juga pernah mengatakan:



وَأَمَّا الِاخْتِلَافُ فِي ” الْأَحْكَامِ ” فَأَكْثَرُ مِنْ أَنْ يَنْضَبِطَ وَلَوْ كَانَ كُلَّمَا اخْتَلَفَ مُسْلِمَانِ فِي شَيْءٍ تَهَاجَرَا لَمْ يَبْقَ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ عِصْمَةٌ وَلَا أُخُوَّةٌ وَلَقَدْ كَانَ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا سَيِّدَا الْمُسْلِمِينَ يَتَنَازَعَانِ فِي أَشْيَاءَ لَا يَقْصِدَانِ إلَّا الْخَيْرَ

“Adapun perselisihan dalam masalah hukum maka banyak sekali jumlahnya. Seandainya setiap dua orang muslim yang berbeda pendapat dalam suatu masalah harus saling bermusuhan, maka tidak akan ada persaudaraan pada setiap muslim. Abu Bakar Radiallahu’anhu dan Umar Radiallahu’anhu saja—kedua orang yang paling mulia setelah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam—mereka berdua berbeda pendapat dalam beberapa masalah, tetapi keduanya tidak menginginkan kecuali kebaikan.”

Jika Setiap Kesalahan Saudaramu Selalu kau Cela

Kalaulah setiap dosa yang dilakukan temanmu engkau cela
Niscaya engkau tidak akan mendapati seorang pun yang tidak akan engkau cela
Oleh karena itu, hiduplah kamu seorang diri, atau tetaplah bersambung dengan saudaramu ...
tapi ingat... saudaramu itu adalah seorang manusia yang sesekali melakukan dosa dan pada kali yang lain meninggalkannya

Apa Yang Bisa Kau Lakukan ?

Apa yang bisa kau lakukan?
Jika uang hanya bisa membeli kesenangan, bukan kebahagiaan, maka apa yg bisa kau lakukan utk menyempurnakan nikmat-NYA ?
Jika bertambahnya kekayaan tidak menjamin bertambahnya kenikmatan, maka apa yg bisa kau lakukan agar hidup ini penuh rahmat-NYA ?
Jika di malam-malam yg hening kau tak bisa menyungkurkan keningmu utk bersujud kepada-NYA, maka apa yg bisa kau lakukan utk membuka jalan ke surga-NYA ?

#Merenung

Rabu, 13 September 2017

Tak Ada Yang Sempurna

Setiap kita mungkin memiliki sahabat yang pandai sekali. Gelarnya cukup panjang dan diraih dari perguruan tinggi terkemuka. Hanya saja dalam berinteraksi, komentar atau tindakannya kadang-kadang menampakkan bahwa dia kurang dewasa.

Ada juga sahabat yang lain, dia pandai dan cukup dewasa dalam mengelola segala hal. Sayangnya beliau sakit-sakitan. Pergi berkunjung ke dokter rutin, mengkonsumsi obat dan istirahatnya juga rutin.


Ada lagi yang pinter dan sehat, tapi sayang beliau tidak ada waktu sedikitpun. Entah karena keunggulannya, banyak orang yang berusaha menyibukkannya, sehingga seakan sudah tidak ada waktu lagi mengerjakan apapun. Akibatnya segala janji dan amanatnya seringkali meleset.


Demikianlah, ada saja seseorang itu kelebihan dan kekurangannya. Tidak ada yang lebih dalam segala hal atau kurang dalam segala hal. Jadi tidak ada manusia di sekitar ini yang memiliki kesempurnaan hidup.


Karena itulah:
* Kalau menginginkan dapat sahabat yang sempurna, maka jangan bersahabat dengan manusia.
* Kalau menginginkan dapat atasan yang sempurna, maka jangan jadi anak buahnya manusia.
* Kalau menginginkan dapat dosen yang sempurna, maka jangan berkuliah kepada manusia.
* Kalau menginginkan dapat istri yang sempurna, maka jangan beristrikan manusia.

Nobody perfect...

#copasWAG