Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Oktober 2012

Istiqamah, Jangan Menyerah

ditengah kesibukan kita..
di sela-sela beban dakwah di pundak kita..
hanya ada satu perintah : ISTIQAMAH
ada satu larangan : jangan MENYERAH
berat hati dan berbalik mundur..mundur dan mundur..
mundur karena tak kuasa untuk melanjutkan perjalanan..
ia sungguh merasa berat dan kepayahan...
tergoda untuk memilih bersenang-senang dan berlapang-lapang saja..
duduk-duduk dan bersantai..
apalagi (banyak) saudaranya yg melakukan hal serupa...
"bukankah ada dan tanpaku dakwah akan melaju adanya...bukankah ada dan tanpaku dakwah akan tetap hidup dan berkembang.." demikian suara hatinya...
"apa salahnya jika aku mundur sejenak..dan berhenti beristirahat di sini..ini tak salah..bukankah ini pilihan ?..aku memilih istirahat." ujarnya kembali..
"aku hanya ingin istirahat sejenak....nanti akan kembali lagi..." tekadnya..
---

siang itu, beberapa abad silam...
saat itu cuaca sedang panas-panasnya..musim panen pun sebentar lagi..Ragulah ia untuk melangkah..bagaimana mungkin ia akan meninggalkan kebun2 yang sebentar lagi memasuki musim panen..meninggalkan rumah,anak dan istri yang menyenangkan..
Bagaimana mungkin ia memilih untuk melakukan perjalanan panjang ke Tabuk..yg jauhnya berpekan-pekan perjalanan dgn perbekalan serta kendaraan terbatas untuk menghadapi musuh..

Berat hatilah ia..meninggalkan Madinah dgn kesenangannya..berangkatlah ia untuk memenuhi panggilan rasul..berangkat dengan berat hati..
sementara itu..beberapa orang dari kaum Muslimin yang dikenal dengan panggilan al-Buka‘un (orang-orang yang menangis) datang kepada Rasulullah saw meminta kendaraan guna pergi berjihad bersamanya, tetapi Nabi saw menjawab mereka: “Aku tidak punya kendaraan lagi untuk membawa kalian.“ Kemudian mereka kembali dengan meneteskan air mata karena sedih tidak dapat ikut serta berjihad.
ahh..betapa murni keta'atan mereka pada RasulNya...

Salah satu segmen di perang Tabuk adalah kisah Abu Khaitsamah...yang memilih pulang ke Madinah setelah beberapa hari perjalanan...
Thabarani, Ibnu Ishaq dan Al Wakidi meriwayatkan bahwa setelah Rasulullah saw berjalan beberapa hari, Abu Khaitsamah kembali kepada keluarganya di hari yang sangat panas sekali. Kemudian dia disambut oleh kedua istrinya di dua kemahnya yang terletak di tengah kebunnya. Masing-masing dari keduanya telah menyiapkan kemahnya dengan nyaman lengkap dengan air sejuk dan makanan yang tersediakan. Ketika masuk di pintu kemah dia melihat kedua istrinya dan apa yang telah mereka persiapkan, kemudian dia berkata:
"Rasulullah saw berjemur di terik matahari dan diterpa angin panas, sedangkan Abu Khaitsamah bersantai ria di kemah yang sejuk, menikmati makanan yang tersedia dan bersenang ria dengan wanita-wanita cantik? Demi Allah, ini tidak adil!“
Selanjutnya dia berkata: “Demi Allah, aku tidak akan masuk kemah salah seorang di antara kalian sehingga aku menyusul Rasulullah saw.“
Kemudian istrinya pun menyiapkan perbekalan. Ia berangkat mencari Rasulullah saw dan berhasil menyusulnya ketika Nabi saw turun di Tabuk.

Ketika Abu Khaitsamah semakin mendekati kaum Muslimin, mereka berkata: "Ada seorang pengendara yang datang.“ Kemudian Rasulullah saw bersabda: "Ia adalah Abu Khaitsamah!“.
Mereka berkata: "Wahai Rasulullah saw, ia memang Abu Khaitsamah.“ Setelah turun dari kendaraannya. Abu Khaitsamah menghadap kepada Rasulullah saw. Sabda Nabi saw kepadanya: “Engkau mendapatkan keutamaan wahai Abu Khaitsamah.“ Setelah Abu Khaitsamah menceritakan masalahnya, Rasulullah saw berdo‘a untuk kebaikannya.

Dialah  Abu Khaitsamah..yang mundur dan memilih pulang tidak melanjutkan perjalanan perang menuju romawi..perjalanan jauh, panas lagi kurang perbekalan..bahkan satu ekor unta pun dipakai bergantian oleh tiga orang...

sementara itu, di Madinah..ia teringat 2 orang istrinya..kebun-kebunnya yang sebentar lagi panen..
dialah dia Abu Khaitsamah yang kepulanggannya ke Madinah disambut kedua istrinya dalam tenda di tengah kebunnya..telah disiapkan untuknya air sejuk dan makanan..
tapi apa yang segera ia katakan..
“Demi Allah, aku tidak akan masuk kemah salah seorang di antara kalian sehingga aku menyusul Rasulullah saw.“
dialah Abu Khaitsamah yang sempat mundur dan pulang..lalu segera tersadar dan kembali menyusul perjalanan Rasulullah...
dialah Abu Khaitsamah yang Rasulullah memberikan keutamaan baginya..
Sabda Nabi saw kepadanya: “Engkau mendapatkan keutamaan wahai Abu Khaitsamah.“

Saudaraku....janganlah terbesit rasa mundur itu ..jangan...jangan...
jika telah mundur..segeralah kembali...tak ada yang terlambat..tak ada yang telat..
demikian pula teman-teman seperjuangan di sekitar yang mungkin memilih mundur...
segera sambut,,,lapangkan dan mudahkan jalannya untuk kembali berjuang...
dialah Abu Khaitsamah yang sempat mundur dan pulang,,tapi lantas menyusul ketertinggalan..
--

apa yg dialami Abu Khaitsamah, sangat mungkin sering kita alami juga...
adalah hal yg biasa dan lumrah dalam dunia dakwah..
karena ini bagian dari istiqamah...
ketika kita istiqamah...
bukan berarti kita ga boleh lelah..
istiqamah mengajarkan bahwa kita ga boleh menyerah...

Satu Menit Saja

Coba Anda pikir-pikir, sesungguhnya banyak sekali jalan untuk mengerjakan amal kebajikan tanpa memerlukan usaha yang berat. Amal kebajikan itu dapat Anda kerjakan saat berjalan dengan kedua kaki Anda, mengendarai kendaraan, sedang berdiri atau duduk.

Dalam waktu satu menit, sebenarnya Anda dapat membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 15 kali. Rasulullah bersabda, “Demi Dzat yang menguasai diriku, sesungguhnya nilai surat Al-Ikhlas serupa dengan sepertiga Al-Qur’an.” (HR. Bukhari)

Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca surat Fatihah sebanyak lima kali. Rasulullah pernah berkata kepada Ibnu Ma’ali, “Aku hendak mengajarimu sebuah surat yang nilainya lebih utama di antara surat-surat yang ada dalam Al-Qur’an.” Kemudian beliau melanjutkan, “(Yaitu) bacalah ‘alhamdulillahi rabbi alamîn’, yaitu surat Al-Fatihah, dan Al-Qur’an yang diturunkan kepadaku.” (HR.Bukhari)

Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca kalimat “subhanallah wa bihamdihi, subhanallah al-azhîm” sebanyak 50 kali. Rasulullah pernah bersabda, “Dua kalimat yang ringan di lisan dan berat di timbangan, dan dua-duanya disenangi oleh Allah, yaitu kalimat ’subhanallah wa bihamdihi, subhanallah al-azhîm’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca kalimat “subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimâtihi” sebanyak 10 kali.

Dalam waktu satu menit, Anda bisa memohon ampunan kepada Allah lebih dari 70 kali.
Memohon ampun kepada Allah dapat menyebabkan terhapusnya dosa, masuk surga, menghilangkan malapetaka, memudahkan segala urusan, mendapat karunia baik berupa harta maupun anak-anak.

Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca kalimat “lâ ilâha illa Allah wahdahu la syarîkalah lahu al-mulk wa lahu al-hamd wa huwa ala kulli syai qadir” sebanyak 20 kali. Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang membaca kalimat ‘lâ ilâh illa Allah wahdahu la syarîkalah lahu al-mulk wa lahu al-hamd wa huwa ala kulli syai qadir’ sebanyak 10 kali, maka dia seperti seseorang yang telah memerdekakan empat jiwa dari seorang anak seperti Nabi Ismail.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca kalimat “la haula wa la quwata illa billahi” sebanyak 40 kali. Diriwayatkan dari Abu Musa, bahwa Rasulullah pernah bersabda kepadanya,
“Tidakkah kamu ingin aku beritahukan tentang harta simpanan di antara harta simpanan yang terdapat di surga?” Abu Musa menjawab, “Baiklah, wahai Rasulullah.” Kemudian Rasulullah bersabda, “Bacalah kalimat ‘la haula wa la quwwata illa billahi’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam waktu satu menit, Anda bisa membaca kalimat “subhanallah wa bihamdihi” sebanyak 100 kali. Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang membaca kalimat ’subhanallah wa bihamdihi’ sebanyak 100 kali dalam sehari, maka dosa-dosanya akan dilebur, walaupun dosa-dosanya seperti buih air laut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi, dalam waktu satu menit pula, sebenarnya Anda bisa mencegah kemungkaran dengan hikmah dan tutur kata yang baik. Atau menganjurkan berbuat kebajikan, mementingkan arti sebuah nasehat untuk sahabat, turut berbelasungkawa atas seseorang yang ditimpa musibah, menyingkirkan benda yang menghalang-halangi jalan umum… Semua ini termasuk jenis amal kebajikan.

Dalam waktu satu menit, bisa jadi Anda dapat menggapai ridha Allah. Maka Allah akan mengampuni dosa-dosa Anda, dan waktu satu menit itu merupakan bekal Anda saat hari kiamat tiba.

Dalam kitab al-Durar, sebuah kitab yang ditulis untuk menasehati anaknya, terutama dalam bab Melembutkan Hati; Upaya Menasehati Anak, Ibnu al-Jauzi berkata, “Ketahuilah wahai anakku, sesungguhnya hari mencakup jam, dan setiap jam mencakup hembusan nafas, dan setiap hembusan nafas adalah bekal. Maka dari itu, hati-hatilah jangan sampai saat menghembuskan nafas tidak melakukan hal-hal yang bermanfaat. Maka pada hari kiamat kamu akan menyaksikan dirimu hanya sebuah tempat yang kosong dan kamu akan menyesal.”

“Coba kamu perhatikan setiap waktu yang kamu lewati, apa saja yang telah kamu kerjakan. Jangan kamu menyia-nyiakan waktumu kecuali sebisa mungkin kamu berusaha berbuat kebajikan. Jangan biarkan dirimu tidak melakukan pekerjaan apa pun. Dan hendaklah kamu membiasakan diri beramal kebajikan dan terus-menerus memperbaikinya. Semoga saja amal kebajikan itu menjadi simpanan amalmu saat di kubur dan akan membahagiakanmu saat hari kiamat tiba.”

Sakitku Ibadahku

Sudah 2 bulan sejak akhir syawal 1433 lalu, usai menunaikan shoum Syawal, tiba-tiba Allah berikan nikmat yg lain. Tepat tgl 10 Sept, aku mesti bedrest dan dirawat di rmh sakit. Dan sepertinya rahmat Allah yg satu ini demikian luas, hingga memasuki bulan kedua aku masih harus bedrest. Tanpa bisa diketahhui apa sebenarnya penyakit yg kuderita saat ini. Ada 4 dokter spesialis yang menanganiku. Bahkan seorang dokter 'diimpor' dari RSPAD Gatot Subroto sebagai pakar penyakit yg sedang kuderita, masih belum bisa memastikan jenis penyakitku...

Sebagai hamba yg beriman, pastinya aku ga boleh mengeluh atas kondisi yg kualami. Aku yakin bahwa Allah punya rencana untukku. Dan, rencana Allah selalu indah pada waktunya, karena rencanaNYA dan keputusanNYA adalah pasti yang terbaik buat hambaNYA.

Alhamdulillah, aku memiliki orang2 hebat di sekitarku. Orang2 yg selalu memotivasi dan menumbuhkan harapan. Mulai dari keluarga 'kecil'ku, istri dan anak2 ku yg luar biasa sabar. Terutama istriku, yg begitu sabar merawatku, mencari info ttg penyakitku. Selalu setia menunggu dan menemani. Semoga Allah membalasnya dg balasan terbaik. Juga keluarga besar Bani Salim... Ibu dan saudara2ku, yg selalu mendoakan dan menyemangati.

Juga segenap ikhwah yg tak kalah hebatnya. Aku dapatkan dan rasakan hak-hak ukhuwah sebagai seorang muslim. Semoga Allah selalu mengampuniku yg terkadang tidak membalas sms, tidak menerima/menjawab telpon mereka, tidak bisa menemui mereka ketika berkunjung ke rumah, atau menemui cuma sebentar saja. Semua karena kondisiku. Sama sekali bukan karena kemalasan atau kebencian.
Ya Allah, ampunilah dosa2 kami, dan dosa saudara2 kami yg telah mendahului kami dalam keimanan, dan janganlah Engkau jadikan ganjalan kebencian dalam hati kami terhadap orang2 yg beriman...

Tak lupa kepada saudara2ku dari forum shalahuddin DJP, keluarga besar komunitas Sekolah Alam Indonesia, keluarga besar Izzatuislam dan izispro, yg ketulusan doa dan ta'awunnya sangat kurasakan. Semoga Allah himpun dan kumpulkan kita di surgaNya kelak.

Setiap kita pasti tak ingin sakit. Kita benci sakit, termasuk dokter sekalipun. Tapi, apa yg tdk kita sukai, boleh jadi justru baik buat kita. "boleh jadi kamu membenci sesuatu, tapi justru baik bagimu" demikian firman Allah.
Dibalik ketidaksukaan kita, pastinya Allah memiliki rencana yg terbaik buat kita. Dan, rencana Allah selalu indah pada waktunya.

Tak perlu menunggu rencanaNYA, karena itu pasti terjadi dan terwujud. Yang mesti disiapkan adalah, bagaimana sikap kita ketika rencana tersebut terjadi. Apakah menjadi pribadi yang bersyukur atau malah kufur ---na'udzu billahi min dzalik.

Allahummar-zuqni qalban muthmainnatan tu'minu bi liqoo-ika, wa turdhii bi qadhaa-ika...
Ya Allah, anugerahilah aku hati yg tenang, yang beriman ketika berjumpa denganMU, dan ridho dengan segala ketetapan-MU. Doa ini selalu kupanjatkan, dalam kondisi apapun.

Senin, 8 Okt 2012....
sehari setelah meminta pulang/keluar (pulang paksa) dari rumah sakit....rencananya hari selasa besok (9 Okt) akan ke Pekalongan utk menyempurnakan ikhtiar dengan terapi herbal dan refleksi. Tapi, masih bingung karena belum dapat transport ---baca : mobil-- utk perjalanan kesana. Mobil belum punya...ada juga punya mertua yang tinggalnya lumayan jauh dan mobilnya pun kemungkinan dipakai.

Di tengah kegalauan ini, tiba-tiba telpon-telponan dengan manajer izzatulislam...dia menanyakan kabar dan kondisiku.. aku ceritakan tentang kondisi dan rencanaku.
"insya Allah kami kirim mobil + drivernya, untuk anter mas fathur dan keluarga ke pekalongan...gratiss..mas fathur tinggal naik dan duduk manis." demikian hasil bincang-bincang kami. Subhanallah walhamdulillah wa Allahu akbar..!!
Betapa Allah begitu pemurahnya....maka nikmat-NYA yang mana lagi yg kau dustakan ?

Selasa, 9 Okt....road to pekalongan....segalanya Allah mudahkan selama perjalanan. Sampe di rumah Pekalongan menjelang Isya... sudah ada beberapa kerabat yg nunggu. Malamnya, sekitar pukul 21.30, sang terapis datang. Setelah berbincang sejenak, terapi pun dimulai...di kamar, hanya ada aku yg ditemani istri yg mencatat hasil diagnosa sang terapis...termasuk mencatat pantangan2 makanan yg sebaiknya kuhindari, juga makanan yg bagus utk dikonsumsi.
"yang paling bagus makan ikan tongkol segar..." demikian sang terapis.
keesokan harinya, kuceritakan kepada Ibu hasil diagnosa dan terapi semalam, termasuk kusampekan tentang ikan tongkol tadi.
"ya, nanti insya Allah Ibu ke pasar utk mencari ikan tongkol.ibu mau sholat dhuha dulu..." jawab ibuku.
Belum juga Ibu selesai menunaikan sholat dhuha, tiba2 bel rumah berbunyi..
rupanya tamu ibuku yg datang..
Sebenarnya ga begitu penting menceritakan tamu-tamu ibuku yg datang. Apalagi memang cukup banyak tamu ibuku yg sering berkunjung.
Tapi, tamu yg satu ini terasa 'istimewa'. Ya...istimewa, karena kedatangannya secara ga langsung menunjukkan betapa kebesaran Allah. Tamu tersebut ---sebut saja bu Haji--- datang dengan membawa 15 ekor ikan tongkol segar nan besar. Ternyata suami bu Haji ini seorang nelayan yang semalem baru saja mendarat.
Aku hanya tercenung melihatnya, sambil tak lupa berucap syukur kepada Allah.
Kulihat ibuku pun menangis melihat apa yg dibawa oleh tamunya...

Yaa Rabb...Engkau Maha mengetahui apa-apa yg hamba butuhkan...
bahkan Engkau telah memberi ketika hamba belum sempet meminta...
Betapa Rahman dan Rahim-MU lebih besar dan lebih luas dari rasa syukur-KU..
ampuni hambaMu ini, yang sedikit sekali mensyukuri nikmat-nikmat-MU...



14 Okt...back to Cinere....
Alhamdulillah...setelah beberapa kali terapi...aku diizinkan pulang ke Cinere. Meski belum pulih betul. Insya Allah tinggal  recovery. Selama masa recovery ini, selain masih menjaga pantangan yg ada, juga disarankan mengkonsumsi kurma, apalagi kondisiku yg sering lapar. Jadi kurma bisa buat cemilan. Tapi, mencari kurma diluar bulan Ramadhan ternyata susah. Bahkan di Mall deket rumah juga ga ada. Pun di beberapa market di sekitar.
Akhirnya kami coba browsing. Alhamdulillah dapat, tapi berjarak lumayan jauh dari rumah, dan harganya pun ternyata lumayan mahal :(  😓
Keinginan beli kurma ini sementara dipending dulu.

kutinggal rebahan....
Tapi...sesaat setelah 'melupakan' keinginan beli kurma tersebut, tiba-tiba siang itu ada sms masuk dari seorang ikhwan.
"Assalamu'alaikum pak...ada di rumah ga ? saya mau silaturrahim.."
"Insya Allah saya di rumah" jawabku.
Ketika temenku ini datang, lagi2 aku mesti menangis karena mensyukuri semua nikmat yg DIA berikan..
Bagaimana tidak ? sang ikhwan ---temenku ini, datang ke rumah sambil membawa kurma kemasan 1kg sebanyak 2 dus. kurma tsb persis yg kulihat sewaktu browsing tadi...yg lumayan mahal harganya...



Ya Allah...utk ke sekian kalinya Engkau perlihatkan kebesaran dan kemurahanMU kepadaku....
Engkau menahanku untuk membeli kurma, ternyata  Engkau ---melalui perantara hamba-MU--- akan memberiku secara cuma-cuma ...semoga hamba bisa selalu mensyukuri nikmat-nikmatMU.



Kiranya kucukupkan sampe disini dulu tulisan ini...
Satu hal yang harus kukatakan, bahwa sesungguhnya dibalik ujian ini, Allah perlihatkan kebesaranNYA demikian banyak.
masih banyak kisah yg bisa disampekan...tapi kondisi ku tidak memungkinkan untuk menulis semuanya disini. Biarlah semua ini menjadi penguat keimanan dan kepasrahan atas takdir-NYA.
Tentang hikmah sakit dan ujian, sudah saya posting di awal-awal. silakan membuka-buka kembali blog ini.
Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang selalu bersyukur.

Senin, 29 Oktober 2012

Air Mata Surga


"Ada mata yang diharamkan masuk neraka, yaitu mata yang tidak tidur semalaman dalam perjuangan fisabilillah dan mata yang menangis karena takut kepada Allah"
 
Dua ilmuwan pernah melakukan penelitian disertasi tentang air mata. Kedua peneliti tersebut berasal dari Jerman dan Amerika Serikat. Hasil penelitian kedua peneliti itu menyimpulkan bahwa air mata yang keluar karena tepercik bawang atau cabe berbeda dengan air mata yang mengalir karena kecewa dan sedih.
 
Air mata yang keluar karena tepercik bawang atau cabe ternyata tidak mengandung zat yang berbahaya. Sedangkan, air mata yang mengalir karena rasa kecewa atau sedih disimpulkan mengandung toksin, atau racun. Kedua peneliti itu pun merekomendasikan agar orang-orang yang mengalami rasa kecewa dan sedih lebih baik menumpahkan air matanya. Sebab, jika air mata kesedihan atau kekecewaan itu tidak dikeluarkan, akan berdampak buruk bagi kesehatan lambung.
 
Menangis itu indah, sehat, dan simbol kejujuran. Pada saat yang tepat, menangislah sepuas-puasnya dan nikmatilah karena tidak selamanya orang bisa menangis. Orang-orang yang suka menangis sering kali dilabeli sebagai orang cengeng. Cengeng terhadap Sang Khalik adalah positif dan cengeng terhadap makhluk adalah negatif.
 
Orang-orang yang gampang berderai air matanya ketika terharu mengingat dan merindukan kasih sayang-NYA, air mata itu akan melicinkannya menembus surga. Air mata yang tumpah karena menangisi dosa masa masa lalu akan memadamkan api neraka.
 
Hal ini sesuai dengan hadis Nabi, "Ada mata yang diharamkan masuk neraka, yaitu mata yang tidak tidur semalaman dalam perjuangan fisabilillah dan mata yang menangis karena takut kepada Allah."
 
Seorang sufi pernah mengatakan, jika seseorang tidak pernah menangis, dikhawatirkan hatinya gersang. Salah satu kebiasaan para sufi ialah menangis. Beberapa sufi mata dan mukanya menjadi 'cacat' karena air mata yang selalu berderai.
 
Tuhan memuji orang menangis. "Dan, mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk." (QS Al-Isra' [17]:109). Nabi Muhammad SAW juga pernah berpesan, "Jika kalian hendak selamat, jagalah lidahmu dan tangisilah dosa-dosamu."
 
Ciri-ciri orang yang beruntung ialah ketika mereka hadir di bumi langsung menangis, sementara orang-orang di sekitarnya tertawa dengan penuh kegembiraan. Jika meninggal dunia ia tersenyum, sementara orang-orang di sekitarnya menangis karena sedih ditinggalkan.
 
Tampaknya, kita perlu membayangkan ketika nanti meninggal dunia, apakah akan lebih banyak orang mengiringi kepergian kita dengan tangis kesedihan atau dengan tawa kegembiraan.
 
Jika air mata kerinduan terhadap Allah tidak pernah lagi terurai, apalagi jika air mata selalu kering di atas tumpukan dosa dan maksiat, kita perlu segera melakukan introspeksi. Apakah mata kita sudah mulai bersahabat dengan surga atau neraka.

Minggu, 28 Oktober 2012

Sesungguhnya Jiwa Kita Yang Lemah


Bahwa kita mampu mengatasi semua masalah itu PASTI, yg belum pasti adalah keseriusan mengoptimalkan seluruh potensi diri untuk menghadapi masalah itu.

Karena ALLAH TIDAK PERNAH MENGUJI DILUAR KEMAMPUAN HAMBA-NYA
... (lihat Qs. Albaqarah:286)

Jadi kalo ada yg stress, gila, bahkan bunuh diri, maka itu karena ketidakmampuan/ kemalasannya menyadari & memanfaatkan potensi dirinya yang sesungguhnya lebih unggul dibanding masalah yang menghampirinya.

Bukankah masalah itu teratasi dengan:
- Menghilangkan masalahnya, atau
- Bersabar dan bersikap tegar hingga kita bisa MENELANnya, menikmatinya, bahkan mengambil hikmahnya untuk kemajuan kita ?.

Kuncinya adalah BERMENTAL JUARA, dimulai dengan mempertinggi CITA-CITA serta menjaga agar bara SEMANGAT terus berkobar didalam dada.

Percayalah... saat mental kita sudah benar2 kokoh, cita-cita dan semangat selalu prima, maka tak ada lagi kesulitan hidup yang bisa menyedihkan kita. Bahkan kita akan menyadari bahwa ujian yg makin kencang merupakan pertanda akan datangnya kemuliaan saat kita mampu melewatinya. Syekh Muhammad Al-Ghazali berkata:

مصاعب الحياة تتمشى مع همم الرجال علوا و هبوطا
Sesungguhnya kesulitan2 hidup itu berjalan naik turun seiring dengan cita-cita/ semangat seseorang.

Nasehat Untuk Suami-Istri



Nasihat Khusus Untuk Suami

Wahai para suami!

1.    Apa yang memberatkanmu—wahai hamba Allah—untuk tersenyum di hadapan istrimu ketika masuk menemuinya, agar engkau memperoleh ganjaran dari Allah Ta’ala?

2.    Apa yang membebanimu untuk bermuka cerah ketika melihat istri dan anak-anakmu, padahal engkau akan mendapatkan pahala karenanya?
3.    Apa sulitnya apabila engkau masuk ke rumah sambil mengucapkan salam secara sempurna: “Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,” agar engkau memperoleh tiga puluh kebaikan?
4.    Apakah yang menyusahkanmu jika engkau berkata kepada istrimu dengan perkataan yang baik, sehingga dia meridhaimu, sekalipun dalam perkataanmu tersebut agak sedikit dipaksakan?
5.    Apakah menyusahkanmu—wahai hamba Allah—jika engkau berdo’a: “Ya Allah. Perbaikilah istriku, dan curahkan keberkahan padanya?”

6.    Tahukah engkau bahwa ucapan yang lembut merupakan sedekah?

7.    Apa yang memberatkanmu untuk membawa hadiah (oleh-oleh) untuk istri dan anak-anakmu ketika engkau pulang dari safar?

8.    Luangkan waktumu untuk menemani istrimu membaca al-Qur-an, membaca buku-buku yang bermanfaat, dan mendatangi majlis ta’lim (majelis ilmu) yang mengajarkan al-Qur-an dan as-Sunnah menurut pemahaman para Sahabat.
9.    Tahukah engkau wahai hamba Allah, bahwa jima’ (ber­setubuh) akan mendatangkan ganjaran dari Allah? Bahkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

((
مِنْ أَمَاثِلِ أَعْمَالِكُمْ إِتْيَانُ الْحَلَالِ – يَعْنِى النِّسَاءَ. ))

“Di antara amal perbuatan kalian yang paling utama adalah mendatangi (bersetubuh) yang halal, yaitu dengan istri-istri kalian.”
[Hadits shahih: diriwayatkan oleh Ahmad (IV/231), Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’ (II/26, no. 1391), dan ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabiir (XXII, no. 848). Lihat: Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 441)]


Nasihat Khusus Untuk Istri
Wahai para istri!
1.    Apakah yang menyulitkanmu jika engkau menemui suamimu ketika dia masuk ke rumahmu dengan wajah yang cerah sambil tersenyum manis?

2.    Beratkah bagimu untuk menghilangkan debu di wajah, kepala, dan pakaian suamimu kemudian engkau men­ciumnya?
3.    Berhiaslah untuk suamimu dan raihlah pahala di sisi Allah Ta’ala. Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan, gunakanlah wangi-wangian! Bercelaklah! Berpakaianlah dengan busana terindah yang kau miliki untuk menyambut kedatangan suamimu. Ingat, janganlah sekali-kali engkau bermuka muram dan cemberut di hadapannya!

4.    Janganlah engkau melembutkan suaramu kepada laki-laki yang bukan mahram sehingga terfitnahlah orang-orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit, sehingga ia ber-prasangka buruk kepadamu!
5.    Jadilah seorang istri yang memiliki sifat lapang dada, tenang, dan selalu ingat kepada Allah di dalam segala keadaan!
6.    Ringankanlah segala beban suami, baik berupa musibah, luka, dan kesedihan!
7.    Didiklah anak-anakmu dengan baik, penuhilah rumahmu dengan tasbih, takbir, tahmid, dan tahlil; serta perbanyaklah membaca al-Qur-an, khususnya surat Al-Baqarah, karena surat tersebut dapat mengusir syaitan!

8.    Bangunkanlah suamimu untuk mengerjakan shalat malam, anjurkanlah dia untuk berpuasa sunnah dan ingatkanlah dia kembali tentang keutamaan berinfak; serta janganlah melarangnya untuk berbuat baik kepada orang tua dan menjaga tali silaturahim!
9.    Perbanyaklah istighfar untuk dirimu, suamimu, orang tuamu, dan semua kaum Muslimin; serta berdo’alah selalu agar diberikan keturunan yang shalih dan memperoleh kebaikan dunia dan akhirat; dan ketahuilah bahwa Rabbmu Maha Mendengar do’a. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Dan Rabb kalian berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan untuk kalian ….” (QS. Al-Mu’min [40]: 60)

10.    Bersihkanlah rumahmu dari segala gambar-gambar makhluk hidup, alat-alat yang melalaikan, alat-alat musik, dan segala sesuatu yang dapat merusak!

Diringkas dari Fiqhut Ta’aamul Baina
az-Zaujaini wa Qabasat min Baitin Nubuwwah (hlm. 107-112) karya Abu ‘Abdillah Mushthafa bin al-‘Adawi, cet I/Darul Qasim, dengan sedikit tambahan dari penulis.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Harmonisasi Dakwah


Setiap kita (pasti) pernah ndengerin lagu/musik/nasyid atau senandung apapun...
mengapa kita bisa menikmatinya ? jawabnya adalah : karena ada harmonisasi dalam nada2 lagu yg dimainkan...
Ketika kita ditanya tentang Baiti jannati...rumahku surgaku...mengapa surga bisa tercipta didalam rumah kita ? jawabnya : ketika ada harmonisasi..
dan lain-lain pertanyaan atas kasus yg serupa...

Dalam suatu acara, saya pernah ditanya seputar hubungan antara musik dengan dakwah...
Ketika itu, saya diminta membahas keterkaitan dakwah dengan 3 jenis alat musik : piano, gitar, dan angklung..
“kalo dakwah kita pengen produktif, kita mesti bisa belajar dari ketiga jenis alat musik tersebut..” jawabku..


Piano, secara bahasa artinya lembut...
artinya, dakwah yg kita sampaikan harus dengan cara yg lembut, sehingga nyaman diterima...
ketika kita memainkan musik ---termasuk musik vokal tentunya--- maka kita akan dapati yg disebut dg tanda2 dinamik. Ada keras, tegas, lembut, perlahan2 keras, dst
kalo kita main piano atau kibor, maka kita mesti memahami apa yg disebut SOFT TOUCH..
ada nada2 tertentu yang cara kita memainkannya berbeda...
ada yg harus ditekan dengan keras...ada juga yg cukup dg sentuhan lembut...
demikianlah dakwah ini...
tidak bisa selalu lembut...dan tidak harus keras terus...

Bagaimana dengan Gitar ?
gitar adalah salah satu alat musik bernada, yg bisa ‘memuat’ puluhan nada dengan berbagai oktaf.
umumnya, gitar terdiri dari 6 snar...dari yg kecil hingga yg besar...
masing2 snar memiliki tugas dan fungsi masing2.
snar kecil tidak bisa dijadikan utk nada rendah (bass), karena memang bukan utk itu ia ada..
pun sebaliknya...
masing2 harus berperan sesuai fungsi dan posisinya..
selain itu, agar gitar enak dimainkan, maka harus di-stemp dulu...
disinilah harmonisasi itu dituntut...
ketika snar paling bawah harus berposisi sebagai nada 'MI' dg oktaf tiniggi, maka ia harus tetap di posisi tsb...ga boleh ia naik ke nada yg lebih tinggi lagi, meski ia mampu melakukannya...
sebab kalo ia naik ke yg lebih tinggi, maka akan terjadi disharmoni...dan tentunya akan merusak output yg ada...
ketika snar2 tsb setia dalam posisinya, maka akan terciptalah harmonisasi. Sehingga akan menghasilkan keindahan dan kenikmatan, baik bagi yg memainkan, maupun yg mendengarkan...

demikian dengan dakwah ini...
masing2 sudah punya posisi dan peran masing2..
ketika semuanya memainkan peran dg baik, maka akan terciptalah harmonisasi. Sehingga akan menghasilkan keindahan dan kenikmatan.

Lalu, bagaimana dengan angklung ?
memainkan angklung adalah potret harmonisasi dan amal jama’i yg sempurna..
sebagaimana kita tahu, bahwa angklung hanya ada/menghasilkan satu nada..
untuk memainkan sebuah lagu, kita ga bisa hanya memainkan satu angklung saja, karena ga ada lagu yg terdiri dari satu nada...
secanggih apapun sebuah angklung, tetap saja ia hanya menghasilkan satu nada saja.
Dalam sebuah ensambel (kelompok musik) angklung, biasanya satu orang hanya bertanggung jawab atas satu nada...sehebat apapun dia..
dan ia pun harus fokus konsentrasinya...sebab, ketika salah memainkan, maka ia bisa merusak kelompok musik tsb...

begitulah dakwah...
sehebat apapun kita, maka kita ga bisa berbuat banyak karena kita hanya bisa memainkan satu nada...Kita juga ga bisa seenaknya sendiri memainkan nada tersebut, karena bisa merusak tatanan yg ada...
Kita butuh komunitas atau jamaah utk bisa menciptakan harmonisasi...karena harmonisasi tidak akan pernah tercipta dengan single fighter..

pastinya, setiap kita berharap agar dakwah ini kan tetap langgeng dan terus berkembang. Tapi kita juga menyadari, bahwa hal tersebut tidak bisa secara ujug-ujug terjadi. Sebab, persoalan-persoalan internal maupun eksternal seringkali menjadi duri dalam dakwah.
Disinilah kematangan tarbawiyah kita diuji, yaitu bagaimana kita menyikapi dengan bijak persoalan yg terjadi, menyelesaikannya tanpa menimbulkan masalah yg baru.
Kita harus melakukan apa yg disebut PART OF SOLUTION, bukan part of problem...

Utk itu, harmonisasi mutlak dibutuhkan.
Sebaik apapun sebuah pergerakan, jika diantara unsur2nya terdapat friksi2 yg ‘liar’, maka pergerakan tersebut bisa menjadi retak.
kita harus melakukan harmonisasi sebagai upaya mengoptimalkan potensi masing-masing lini da’wah dan mengefektifkan sinergi antar lembaga. harmonisasi mencakup pembagian atau kerjasama peran, bidang garap, isu, obyek da’wah dan hal-hal lain, sehingga tercegah kondisi tumpang tindih, kesenjangan atau saling memperlemah antar elemen dakwah

“Ketika sibuk, bukan kuantitas amanah yang mesti dikurangi, tetapi kualitas dirilah yang harus dibenahi.”
demikian prinsip harmonisasi yg mesti ada di setiap diri kita...

Nasehat Untuk Diriku


tulisan ini kupersembahkan buat diri sendiri yg kadang masih merasa 'nyaman',
cuek, ga mau capek, santai2 dan malas serta ga peduli dengan kesibukan aktivitas saudara2nya...

Semutpun tahu, diamnya adalah beban bagi saudara semut yang lain.
Maka tidak akan pernah ada seekor semut yang berdiam diri di dalam barisan semut. Kecuali semut itu sedang menghadapi sakaratul maut.

Itulah hakekat amal jamai. Beban harus diusung bersama-sama, tidak ada
yang merasakan ringan dan tidak ada yang merasakan berat.
Masing-masing memiliki beban sekuat yang dia mampu memikulnya.
Sehingga amal-amal yang muncul adalah amal yang akan dirasakan dengan penuh kegembiraan dan keceriaan dalam naungan iman Rabbani.

Seseorang yang berada di dalam kereta Jamai, setiap orang mempunyai
beban masing-masing.
Manakala ada yang seseorang diam, maka sesungguhnya orang itu sudah menyuruh saudaranya untuk memikul beban yang dimilikinya.

Tegakah kita membiarkan saudara kita memikul beban itu sendirian ?
Tahukan engkau bahwa saudaramu mengharapkan bantuanmu ?
Karena rasa malu yang dia simpan dalam-dalam, membuat saudaramu tidak mampu mengungkapkannya.

Di mana engkau berada sekarang, wahai saudaraku ?
Muncullah, hanyutlah dalam limpahan aroma kerja dakwah ini.
Bangkitkanlah motor penggerak, keimanan di dalam hati, menyambut kemenangan abadi.

Bukankah Nabi kita yang mulia sudah pernah memberikan semangat kepada
sahabat-sahabatnya ketika di medan peperangan Badar ?
"Ayo bangkitlah kalian menuju Surga, yang luasnya seluas langit dan bumi.."
Ah, seandainya bukan karena Rasulullah amat sangat mengharapkan agar
sahabat-sahabat yang mulia itu menjadi penghuni Surga-Nya, mungkin kalimat itu tidak akan pernah muncul di peperangan Badar.

Masihkah kesibukanmu, membuat engkau enggan bersama-sama dengan dakwah ini ?

Saudaraku....
Aku sangat rindu dengan langkah-langkahmu..
Aku sangat rindu dengan nasehat-nasehatmu...
Aku kehilangan jejak langkahmu... Aku kehilangan pengobar semangat di wajahmu...

Diakhir pesanku ini kepadamu wahai saudaraku...
aku berdoa, memohon kepada Allah Aziizul Hakiim,
dengan sangat... semoga sakaratul maut tidak menjemput kita kecuali kita dalam limpahan aroma kerja dakwah ini, Amien...
Semoga Allah kumpulkan kita di surga-Nya bersama Rasulullah dan para nabi, para syuhada, shiddiqin, dan hamba-hambaNYA yang shaleh. Amien...

TASYJI'



Siapa yg ga kenal Imam Ahmad ?
salah satu Imam Mazhab yg sangat disegani.
Pada zamannya, ujian atau fitnah terbesarnya adalah ketika ada tekanan ---termasuk dari penguasa--- bahwa sang Imam diminta mengeluarkan fatwa bahwa Al Quran adalah makhluk..

Dengan keteguhan dan keimanan yg mantap, sang Imam tak bergeming dg ancaman yg diberikan. sampai akhirnya sang imam pun di penjara.
Tatkala masuk di penjara, beliau bertemu bahkan satu sel bersama seorang peminum khamar.

Ada satu pelajaran yg didapatkan sang imam.
si peminum itu justru memberi semangat kepada Imam Ahmad, sambil mengatakan “Yaa Imam, saya ini masuk penjara kerana bermaksiat maka saya dicambuk tapi saya tetap sabar menahan siksaan, sedangkan anda, wahai imam dipenjara dan disiksa kerana mempertahankan kebenaran, tentunya anda harus lebih kuat dari saya”.
Sehingga Imam Ahmad berkata: “Perkataan itulah yang menjadikan saya semakin kuat untuk bertahan siksaan tersebut."

Kisah tersebut diatas, adalah salah satu model tentang TASYJI' atau memberi semangat atau membangkitkan keberanian.
Tasyji' berasal dari kata Syaja'ah yg artinya berani...

Tasyji’ ini bisa kita dapatkan dari siapapun, termasuk dari org yg melakukan kemaksiatan.
Ungkapan imam Ahmad : “Perkataan itulah yang menjadikan saya semakin kuat untuk bertahan siksaan tersebut." Merupakan buah dari tasyji’ yg dilakukan oleh si peminum khamr.

Kalo org yg bermaksiat saja bisa memberikan tasyji’, maka sejatinya aktifis dakwah mesti lebih bisa lagi melakukannya. Kita mesti terbiasa melakukan tasyji’ terhadap org2 di sekitar kita.
Dengan harapan, org2 di sekitar kita akan tumbuh semangatnya utk berbuat baik.

Imam Syafi’i adalah seorang yang menguasai syair-syair, yang beliau kuasai dari para pakar-pakarnya. Suatu ketika, seseorang mendengar Imam Syafi’i sedang melantunkan syair-syair. Orang itu berkata : “ya syaikh, sesungguhnya engkau dari keturunan Quraisy, tapi kok hanya bisa menghafal syair-syair saja. Tidakkah engkau memulai menghafal Al Qur’an dan hadist-hadist Rasulullah s.a.w."
Mendengar kata-kata orang ini, Imam Syafi’i tertasyji’ untuk belajar kepada Imam Malik sampai beliau menjadi ulama besar, bahkan menjadi salah satu mazhab terbesar.

Pernah suatu ketika Ibnu Masud r.a, tatkala melewati seorang yang bernyanyi dengan suaranya yang indah, maka Ibnu Mas’ud r.a, berkata alangkah indahnya suaramu dan lebih bagus lagi seandainya engkau membaca al-Quran.. lalu pemuda ini karena tertasyji’ oleh kata-kata Ibnu Mas’ud, dia mulai membaca Al Qur’an dan akhirnya dia menjadi orang yang bersuara indah dalam membaca Al Qur’an. Lalu dia (si pemuda tsb---) bertanya, siapakah orang ini ?
maka dijawab dia adalah Ibnu Mas'ud sahabat Rasulullah s.a.w.

Kebanyakan orang memiliki semangat tinggi namun kurang diarahkan pada perkara yang bagus....
disinilah aktifitas Tasyji' diperlukan...
sudahkah kita melakukan tasyji' utk org2 yg kita temui ?