Rabu, 28 September 2016

S.I.B,U.K ?

Sibuk?
ALASAN KLASIK.
Manusia hidup, pasti sibuk, sekalipun ia pengangguran. Mau mati? malah lebih sibuk lagi, karena harus mempertanggung-jawabkan semua perbuatan. aneh aja kalo menggunakan sibuk sebagai alasan...
Yang paling pantas adalah tentang  manjemen waktu kita yang kurang baik.
Ingat, kita yang mengendalikan dan mengatur waktu! bukan sebaliknya...

Jadilah yang bermanfaat


Jadilah cahaya, meski tak tersentuh, tapi selalu menerangi...
Jadilah angin, walau tak nampak, tapi selalu memberi kesejukan..
Jadilah sahabat sejati, walau tak bersama menemani dan menjalani hari,  tapi selalu menjaga  hati

'Membagi-bagi' Takdir



إخوة يوسف عندما كانت لهم مصلحة مع أبيهم
قالوا: 《أخانا》....(فأرسل معنا أخانا)..
وعندما انتهت المصلحة
قالوا: 《ابنك》....(إِنَّ ابْنَكَ سَرَقَ)..
عند الكثيرين يتغيّر الخطاب بتغير المصالح،
حين يمرض من نحب نقول «ابتلاء»
وحين يمرض من لا نحب نقول «عقوبة»
 وحين يصاب من نحب بمصيبة نقول «لأنه طيب»،
وحينما يصاب بمصيبة من لا نحب نقول «لأنه ظلم الناس».
 احذر من توزيع أقدار الله على «هواك»،
كلنا حاملون للعيوب ولولا رداء من الله اسمه 《الستر》 لإنحنت أعناقنا من شدة الخجل ..!

اللهم استر عوراتنا وامن روعاتنا وحصّن السنتنا من الوقوع في اعراض الناس...

Saudara-saudara Yusuf ketika mereka punya kepentingan dengan Ayah mereka, mereka berkata: "Saudara kami".... "Biarkan saudara kami pergi bersama kami".

Tapi, ketika kepentingannya selesai, mereka berkata: "Anakmu"..... "Sesungguhnya anakmu telah mencuri".

Kebanyakan orang memang berbeda bahasanya seiring dengan berbedanya kepentingan.

Ketika orang yang dicintai mengalami sakit, maka dia katakan itu ujian. Tapi kalau yang dibenci yang sakit, maka dia katakan itu hukuman.

Bila orang yang dikasihi kena musibah, maka komentarnya: "Itu karena dia orang baik".
Sebaliknya, bila orang yang tidak disukai kena musibah, maka komentarnya: "Itu karena dia telah menzalimi orang lain".

Hati-hatilah membagi-bagi takdir Allah berdasarkan hawa nafsu. Semua kita membawa aib masing-masing. Kalau bukan karena Allah yang menutupinya, pastilah semua kita akan tertunduk sangat malu.

Yaa Allah, tutuplah aurat kami, amankanlah rasa takut kami, dan jauhkanlah lisan kami agar tidak terjatuh merusak kehormatan orang lain....

Rabu, 21 September 2016

antara HARAPAN dan REALITA

Harapan yang terlalu tinggi adalah salah satu penyebab dari pernikahan tidak bahagia.
Berharap terlalu banyak dari pasangan akan memperbanyak kekecewaan pula.
Maka hendaklah sejak awal calon pengantin bisa mengukur tingkat harapan terhadap pasangan, agar tidak berlebihan.
Jangan takut memiliki harapan, namun hendaklah bisa mengukur tingkat harapan agar peluang untuk didapatkannya lebih besar dan lebih memungkinkan.
Pernikahan harus didasarkan pada harapan yang realistis, yang dapat dipenuhi oleh diri sendiri dan pasangan. Dengan harapan yang terukur, akan lebih memudahkan untuk mendapatkan dalam kehidupan keseharian.
Ingatlah bahwa anda dan pasangan hidup anda hanyalah manusia biasa yang memiliki banyak keterbatasan.
Anda hidup di alam nyata, bukan di dunia maya, bukan di dunia sinetron. Maka memiliki harapan yang berlebihan sudah mengingkari kenyataan tentang keterbatasan manusia.
Jika salah satu dari suami dan istri mengharapkan hal-hal ideal di luar kemampuan pasangan untuk mewujudkannya, pernikahan mudah mengalami kekecewaan.

Kisah Umar, Putrinya dan penjaga Baitul Maal


Dikisahkan bahwa anak perempuan khalifah Umar bin Abdul Aziz masuk ke ruangan ayahnya sambil menangis. Ketika itu ia masih seorang gadis kecil. Waktu itu adalah hari raya. Lalu beliau bertanya: Apa yang membuatmu menangis?
Ia menjawab:
Seluruh anak-anak memakai pakaian baru....
Sementara aku anak seorang khalifah memakai pakaian yang sudah usang..

Umar tersentuh melihat tangisan anaknya. Kemudian beliau pergi menemui penjaga baitul maal, dan mengajukan permintaan kepadanya...
Bolehkah aku mengambil gajiku bulan depan?
Penjaga baitul maal bertanya: Kenapa wahai Amirul Mu'minin?
Lalu Umar menceritakan keadaan anaknya.
Penjaga baitul maal menjawab: Tidak ada masalah, tapi dengan satu syarat...
Umar bertanya: Apa syaratnya?
Penjaga baitul maal: "Tuan bisa memberikan jaminan kepadaku bahwa tuan akan hidup sampai bulan depan, supaya bisa terus bertugas dan mendapatkan gaji yang ingin tuan ambil lebih duluan."

Umar langsung meninggalkannya dan kembali menemui anaknya.

Anaknya bertanya: Apa yang sudah ayah lakukan?
Beliau menjawab: Apakah kalian bisa bersabar dan kita masuk surga bersama-sama, atau kalian tidak bisa bersabar dan ayahmu masuk neraka?
Mereka menjawab: Kami akan sabar wahai ayahanda.
***

Kiranya kita di hari ini mempunyai tiga orang ini; Penjaga Baitul Maal, Umar, dan anak-anak Umar.
Jadilah seperti mereka pada posisimu masing-masing....Berkorbanlah dengan kehidupan yang fana untuk memperoleh kehidupan yang abadi.
Selama itu tidak halal bagimu..
Maka jangan berusaha mendapatkannya dengan cara haram...
Ya Allah, cukupkan lah kami dengan rezkimu yang halal dari yang haram.

Ada kekuatan dalam kelembutan

Ada kekuatan dalam kelembutan
Sebuah maksud yang baik, bisa jadi berubah menjadi api yang membakar. Nasehat kepada kebenaran, bisa berubah menjadi ucapan yang meresahkan karena CARA kita berkomunikasi yang tidak tepat.
Kita menasehati saudara kita kepada kebenaran, tetapi lupa bahwa ada KESABARAN yang mesti kita pegang dalam melaksanakannya. Akibatnya, kebenaran itu sulit menyentuh hati, meskipun yang kita sampaikan adalah sesuatu yg benar.

Senin, 19 September 2016

TAWON DAN BURUNG ELANG



Di pagi yg cerah, seekor burung elang mengamati kegiatan segerombolan tawon (lebah) yg terlihat sibuk membuat sarang.
Tampak seekor tawon terbang hinggap di antara bunga² hutan yg mekar, mengisap sari madu & terbang kembali ke dahan memberikan sari madu ke sarangnya.
"Hai tawon kecil, untuk apa kalian repot membuat sarang sebesar itu? Umur tawon khan sangat pendek, Tak perlu susah² bekerja! Santai² saja & nikmati kehidupanmu yg singkat itu."

"Umurku memang tak sepanjang umurmu, Tapi justru karena PENDEKNYA waktu yg aku punya, aku TIDAK BOLEH ME-NYIA²KANNYA.
Aku harus BEKERJA GIAT & LEBIH RAJIN, agar sarang kami bisa selesai sesingkat umur kami."
"Untuk apa sarangmu harus di selesaikan cepat², toh kamu akan segera mati? kamu pun tak bisa menikmati sarang yg tlah di buat dgn susah payah."

"Tuan elang yg gagah & berumur panjang, kasihan sekali caramu berpikir. Justru umur kami yg SINGKAT inilah yg HARUS kami HARGAI dgn SUNGGUH². kami memang makhluk kecil & berumur pendek, tapi kami BANGGA & BAHAGIA karena BISA BERARTI BAGI MAKHLUK LAIN, yaitu dengan MEMBERI SEMUA HASIL KERJA KERAS yang tlah dilakukan seumur hidup kami. Itulah arti keberadaan kami."

Mendengar ucapan tawon, burung elang terdiam.

Ternyata di balik penampilan makhluk yg kecil & berumur pendek, kehidupan mereka pun memiliki arti tersendiri.
Seberapapun panjang & pendeknya sebuah kehidupan, itu adalah misteri alam YANG MAHA KUASA.


Sebagai manusia, kita tak pernah tahu kapan waktu kita akan berakhir.

Tapi jika DI SETIAP PENGGAL WAKTU yg kita punya, kita punya DEDIKASI untuk melakukan yg terbaik, serta mampu BERTANGGUNG JAWAB atas kehidupan kita sendiri (apalagi juga bermanfaat bagi orang lain), niscaya tiap hari yg kita jalani adalah hari yg penuh GAIRAH, GEMBIRA, OPTIMIS, PRODUKTIF, & DINAMIS.

Semoga Bermanfaat

#copasan