Rabu, 14 Januari 2026

KHOSYYAH – RASA TAKUT

 

Tarbiyah adalah mengembangkan potensi diri anggotanya agar secara fikry, physically dan qalby terus meningkat.
Akan tetapi sayangnya urusan hati kurang diperhatikan dengan maksimal.

Padahal Hasan Al-Banna sangat concern dengan hati yang bersih.

الشهيد حسن البنا: وَلَقَدْ كُنْتُ، وَمَا زِلْتُ أَقُوْلُ لِلْإِخْوَانِ فِيْ كُلِّ مُنَاسَبَةٍ أَنَّكُمْ لَنْ تُغْلَبُوْا أَبَدًا مِنْ

أ‌- قِلَّةِ عَدَدِكُمْ

ب‌- وَلَا مِنْ ضَعْفِ وَسَائِلِكُمْ

ت‌- وَلَا مِنْ كَثْرَةِ خُصُوْمِكُمْ

ث‌- وَلَا مِنْ تَآلُبِ الْأَعْدَاءِ عَلَيْكُمْ، وَلَوْ تُجْمِعُ أَهْلُ الْأَرْضِ جَمِيْعًا، مَا اسْتَطَاعُوْا أَنْ يَنَالُوْا مِنْكُمْ إِلَّا مَا كَتَبَ اللهُ عَلَيْكُم

وَلَكِنَّكُمْ تُغْلَبُوْنَ أَشْنَعَ الْغَلَبِ، وَتَفْقِدُوْنَ كُلَّ مَا يَتَّصِلُ بِالنَّصْرِ، بِسَبَبِ إِذَا

أ‌- فَسَدَتْ قُلُوْبُكُمْ

ب‌- وَلَمْ يُصْلِحِ اللهُ أَعْمَالَكُمْ

ت‌- أَوْ إِذَا تَفَرَّقَتْ كَلِمَتُكُمْ، وَاخْتَلَفَتْ آرَاؤُكُمْ


Syahid Hasan Al-Banna: Aku selalu berkata, dan masih kukatakan, kepada ikhwah sekalian bahwa kalian tidak akan pernah dikalahkan, bukan karena:

a) jumlah kalian sedikit

b) sumber daya kalian terbatas

c) banyaknya musuh kalian

d) gabungan kekuatan musuh kalian melawan kalian. Sekalipun seluruh penduduk bumi bersatu melawan kalian, mereka tidak akan mampu melukai kalian. Kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk kalian.

Tetapi kalian akan menderita kekalahan yang paling mengerikan dan kehilangan segala sesuatu yang berhubungan dengan kemenangan karena:

a) hati kalian menjadi rusak

b) Allah tidak memperbaiki amal kalian

c) atau hancurnya persatuan kalian dan kalian saling bertikai


Dampak dari keberhasilan tarbiyah ruhiyyah seharusnya adalah hati semakin khasyyah kepada Allah. Dan inilah puncak keimanan dan ketakwaan.

Semakin banyak ilmu yang dimiliki seorang kader seharusnya semakin besar pula rasa takutnya kepada Allah. Allah berfirman:

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ (28)

“Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.” (28)


Begitu juga Nabi SAW menghubungkan ilmu dengan khosyyah kepada Allah:

Dari Aisyah RA, Nabi SAW yang berkata:

مَا بَالُ أَقْوَامٍ يَتَنَزَّهُونَ عَنْ الشَّيْءِ أَصْنَعُهُ، فَوَاللَّهِ إِنِّي أَعْلَمُهُمْ بِاللَّهِ وَأَشَدُّهُمْ لَهُ خَشْيَةً. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

“Mengapa orang-orang menahan diri dari melakukan sesuatu yang aku lakukan? Demi Allah, aku adalah orang yang paling berilmu tentang Allah dan paling takut kepada-Nya.” (Bukhary dan Muslim)


Pun Nabi SAW berdoa memohon khosyyah kepada Allah:

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال : قَلَّمَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُومُ مِنْ مَجْلِسٍ حَتَّى يَدْعُوَ بِهَؤُلاَءِ الدَّعَوَاتِ لأَصْحَابِهِ :( اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ ، وَمِنَ اليَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا ، وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا ، وَاجْعَلْهُ الوَارِثَ مِنَّا ، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا ، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا ، وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا ، وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا ، وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا ، وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا )

رواه الترمذي (رقم/3502) وقال: حسن غريب. وصححه الألباني في " صحيح الترمذي ".


Dari Ibnu Umar RA beliau berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam jarang meninggalkan majelis tanpa memanjatkan doa-doa ini untuk para sahabatnya:

(Ya Allah, berilah kami rasa takut kepada-Mu sehingga kami tidak durhaka kepada-Mu, dan ketaatan kepada-Mu sehingga kami masuk surga-Mu, dan keyakinan yang memudahkan kami menghadapi musibah dunia, dan berilah kami pendengaran yang dapat dinikmati.) Dan berilah kami penglihatan dan kekuatan selama Engkau masih memelihara kami, dan jadikan itu warisan kami. Berilah kami kemenangan atas orang-orang yang menzalimi kami, dan bantulah kami melawan orang-orang yang memusuhi kami. Janganlah Engkau jadikan agama kami sebagai beban, dan janganlah dunia ini menjadi perhatian terbesar kami atau batas pengetahuan kami. Janganlah Engkau berikan kekuasaan atas kami kepada orang-orang yang tidak mengasihani kami. [Diriwayatkan oleh At-Tirmidhi (3502).


Ada beberapa keutamaan takut kepada Allah, diantaranya adalah:

1. Mencegah kemaksiatan

Ternyata khosyah inilah yang mencegah seseorang dari maksiat. Kalau sudah ada khosyah tak perlu cctv untuk taat. Buktinya Habil tak mau membunuh saudaranya karena rasa takut kepada Allah. Qs Al-Maidah, ayat 28:

لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ (28)


“Jika kamu mengulurkan tanganmu untuk membunuhku, aku tidak akan mengulurkan tanganku untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.” (28)


2. Mendorong untuk berbuat ikhlas

Rasa takut kepada Allah bukan hanya mencegah dosa tapi juga mendorong untuk beramal dan ikhlas. Firman Allah dalam surat al-Insan:

إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا (9) إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا (10)

"Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu. Sungguh, kami takut akan (azab) Tuhan pada hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan."


3. Rasa takut kepada Allah tanda Allah berbuat baik kepada orang tersebut

Dan ternyata Khosyyah pada seseorang tanda Allah menginginkan kebaikan pada dirinya. Firman Allah dalam surat al-Mukminun:

أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ (55) نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَلْ لَا يَشْعُرُونَ (56) إِنَّ الَّذِينَ هُمْ مِنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ (57) 

“Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? (Tidak), tetapi mereka tidak menyadarinya. Sungguh, orang-orang yang karena takut kepada Tuhannya. (itulah orang yang mendapatkan kebaikan).”


4. Generasi yang memiliki rasa khossyah kepada Allah layak memimpin

Dan ternyata generasi yang khosyyah kepada Allah layak mengganti generasi yang rusak.

وَلَنُسْكِنَنَّكُمُ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِهِمْ ذَلِكَ لِمَنْ خَافَ مَقَامِي وَخَافَ وَعِيدِ (14)


“Dan Kami pasti akan menempatkan kamu di bumi setelah mereka. Itu adalah bagi orang-orang yang takut kepada-Ku dan takut akan ancaman-Ku. (14)


5. Khossyah mendatangkan perlindungan

Khosyyah juga mendatangkan perlindungan Allah, hadits Nabi SAW;

وعن أبى هريرة رضي الله عنه، عن النبى صلى الله عليه وسلم قال‏:‏ “سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله‏:‏ إمام عادل، وشاب نشأ في عبادة الله تعالى، ورجل قلبه معلق بالمساجد، ورجلان تحابا في الله اجتمعا عليه وتفرقا عليه، ورجل دعته امرأة ذات منصب وجمال، فقال‏:‏ إنى أخاف الله، ورجل تصدق بصدقة فأخفاها حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه، ورجل ذكر الله خالياً ففاضت عيناه” ‏(‏‏(‏متفق عليه‏)‏‏)‏

Dari Abu Hurairah (semoga Allah meridainya), Nabi (shalawat dan salam kepadanya) bersabda: “Ada tujuh orang yang akan diberi naungan Allah pada hari kiamat, yaitu: seorang penguasa yang adil; seorang pemuda yang tumbuh besar dalam ibadah kepada Allah; seorang laki-laki yang hatinya terikat pada masjid-masjid; dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena Allah; seorang laki-laki yang didekati oleh seorang wanita yang berstatus tinggi dan cantik, tetapi ia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’; seorang laki-laki yang memberi sedekah secara diam-diam sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diberikan tangan kanannya; dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian dan matanya berlinang air mata.” (Diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW)


6. Rasa khossyah kepada Allah menghindarkan seseorang dari adzab

وعن ابن عباس، رضي الله عنهما قال‏:‏ سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول‏:‏ “عينان لا تمسهما النار عين بكت من خشية الله، وعين باتت تحرس في سبيل الله‏"‏ ‏(‏‏(‏رواه الترمذي وقال‏:‏ حديث حسن‏.‏ ‏)‏‏)‏‏.‏

Dari Ibnu Abbas (semoga Allah meridai keduanya), beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah (shalawat dan salam kepadanya) bersabda: “Dua mata tidak akan tersentuh api neraka: mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di jalan Allah.” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidhi, yang berkata: Ini adalah hadits yang baik.)


7. Khossyah mendatangkan ampunan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ كَانَ رَجُلٌ يُسْرِفُ عَلَى نَفْسِهِ، فَلَمَّا حَضَرَهُ الْمَوْتُ قَالَ لِبَنِيهِ إِذَا أَنَا مُتُّ فَأَحْرِقُونِي ثُمَّ اطْحَنُونِي ثُمَّ ذَرُّونِي فِي الرِّيحِ، فَوَاللَّهِ لَئِنْ قَدَرَ عَلَىَّ رَبِّي لَيُعَذِّبَنِّي عَذَابًا مَا عَذَّبَهُ أَحَدًا‏.‏ فَلَمَّا مَاتَ فُعِلَ بِهِ ذَلِكَ، فَأَمَرَ اللَّهُ الأَرْضَ، فَقَالَ اجْمَعِي مَا فِيكِ مِنْهُ‏.‏ فَفَعَلَتْ فَإِذَا هُوَ قَائِمٌ، فَقَالَ مَا حَمَلَكَ عَلَى مَا صَنَعْتَ قَالَ يَا رَبِّ، خَشْيَتُكَ‏.‏ فَغَفَرَ لَهُ ‏"‏‏.‏ وَقَالَ غَيْرُهُ ‏"‏ مَخَافَتُكَ يَا رَبِّ ‏"‏‏.  (البخاري)

Dari Abu Hurairah (semoga Allah meridainya), dari Nabi (shalawat dan salam kepadanya), yang berkata: “Ada seorang laki-laki yang sangat berlebihan dalam dosa-dosanya. Ketika kematian mendekatinya, ia berkata kepada anak-anaknya, ‘Nanti ketika aku mati, bakarlah aku, lalu gilinglah aku, lalu sebarkanlah debu mayatku agar ditiup angin. Karena Demi Allah, Tuhanku berkuasa atas diriku, (jika menemukan mayatku) Dia akan menghukumku dengan hukuman yang belum pernah Dia timpakan kepada siapa pun.’ Maka tatkala ia mati, anak-anaknya melakukan hal itu dan terjadi padanya. Kemudian Allah memerintahkan bumi, lalu Dia berkata, “Kumpulkanlah apa yang ada di dalam dirimu hai bumi.” Maka bumi pun melakukannya, dan terjadilah, ia berdiri di depan Allah. Allah bertanya, “Apa yang membuatmu melakukan hal itu?” Ia menjawab, “Ya Tuhan, karena rasa takut kepada-Mu.” Maka Allah mengampuninya.” Dan riwat lain berkata, “Karena takut kepada-Mu, ya Tuhan.” (Bukhari)


8. Khosyah menyebabkan tambahan 2 syurga, orang yang takut kepada Allah mendapatkan total 4 syurga. Firman Allah dalam surat an-Naziat:

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى (40) فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى (41)

Surat Arrahman:

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ (46) 

وَمِنْ دُونِهِمَا جَنَّتَانِ (62)

“Adapun bagi orang yang takut berdiri di hadapan Tuhannya dan menahan diri dari [mengikuti] hawa nafsunya (40), maka sesungguhnya surga akan menjadi tempat berlindungnya (41), 

Surat Arrahman:

Dan bagi orang yang takut, tempat Tuhannya adalah dua surga (46)

Selain dari kedua (surga) itu ada dua surga (lagi). (62)


Semoga kader-kader dakwah seiring dengan waktu pembinaan yang semakin lama, semakin meningkat rasa takut kepada Allah. Sehingga ketika menjadi da’I hanya mengharapkan balasan dari Allah. Dan tatkala menerima amanah baik sebagai pejabat atau pun posisi tertentu tetap jujur dan bertanggungjawab serta amanah karena rasa khossyah yang selalu meliputi.

Allahu A'lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar