Lelaki itu akan jadi suami...
Maka mesti mandiri sejak dini...
Lelaki itu akan jadi ayah...
Maka ilmu dan keteladanan jangan sampai payah...
Lelaki itu akan jadi pemimpin...
Maka mesti berlatih strategi memimpin...
Wanita itu akan jadi istri...
Maka mesti belajar ilmu membahagiakan suami...
Wanita itu akan jadi ibu...
Maka kasih sayang dan kesabaran jadi nomor satu...
Wanita itu akan jadi ratu rumah tangga...
Maka mesti berlatih memanaje keluarga...
Ilmu berkeluarga itu tak ada sekolahnya...
Sedikit referensinya...
Padahal penting adanya,,,
besar manfaatnya...
Semoga bisa menjadi calon suami atau calon istri yang berkualitas...
Yang pantas mendapatkan pendamping terbaik...
Aamiin...😇😇
...karena kata-kata bukan sekedar untuk diucapkan, tetapi ia untuk dipahami dan diamalkan...
Selasa, 04 Oktober 2016
Senin, 03 Oktober 2016
Kita dan Yang Kita Katakan
Mungkin anda sudah sering mendengar sebuah nasehat bijak:
"Hati-hati dengan Self Talk mu (kata-katamu), karena kata-kata yang keluar dari bibirmu adalah do' a yang membentuk hidupmu!"
Hhmm...
Mungkin anda berpikir,
"Bagaimana mungkin?"
Oke sekarang ucapkan kata-kata yang menghancurkan hidup, kata-kata yang menggambarkan KEKALAHAN, kata-kata yang sedih, putus asa, patah hati, kecewa, sakit hati, terluka, dlsb..
Saat anda ucapkan berulang-ulang kata-kata yang tidak memberdaya hidup ini, dalam sekejap tubuh anda akan segera merasa lemas, kepala tertunduk, bahu anda turun, loyo, sorot mata anda meredup, bibir anda sulit untuk tersenyum, dan seluruh tubuh anda malas untuk bergerak..
Dalam kondisi seperti ini, MATI seperti menjadi satu-satunya solusi terbaik..
Oke, sekarang ganti ucapkan kata-kata yang menggambarkan KEMENANGAN HIDUP, kata-kata yang penuh pengharapan, yang membuat anda semangat dan bergairah sekali, rencana-rencana hebat, impian besar, rasa syukur yang dalam, dlsb..
Saya yakin, dalam waktu sekejap tubuh anda akan berubah menjadi segar, kepala anda akan tertarik ke atas, bahu anda kembali tegak, tatapan dan pancaran sorot mata anda akan terlihat berbinar-binar, dan senyum anda akan mengembang dengan sendirinya..
Dalam kondisi seperti ini, anda akan SIAP untuk menaklukkan tantangan hidup sebesar apapun..
Sahabat..
Kata-kata itu ibarat benih, dan pikiran adalah tanah yang subur..
Apapun kata-kata yang berulang-ulang anda tanam dalam pikiran, termasuk kata-kata yang anda ucapkan secara verbal, semuanya adalah anda sendiri yang memiliki kehendak bebas untuk MEMILIH dan MEMUTUSKAN..
Jika anda berharap menuai banyak KEMENANGAN, kesuksesan, kebahagiaan, kebaikan, keajaiban, keberlimpahan, dan keberuntungan hidup, maka anda harus rajin menanam dan merawat kata-kata positif dalam pikiran anda..
Demikian sebaliknya, jika anda terus menerus menanam kata- kata negatif dalam pikiran anda, jangan salahkan jika anda akan menuai banyak KEKALAHAN , penderitaan, kekurangan, kesedihan, kesulitan, dan kepahitan hidup..
Ini seperti seseorang yang saat memiliki masalah, lalu dia curhat dan bercerita kemana-mana kepada setiap orang yang ditemuinya dengan sedetil-detilnya, dengan ungkapan perasaan marah, kecewa, rasa tersakiti, yang membuat kisah semakin mengharu biru, berharap mendapatkan simpati, dan belas kasihan atas permasalahan yang sedang menimpa dirinya..
Orang yang seperti ini terus sibuk memikirkan, fokus pada masalah, dan lupa untuk berkonsentrasi dan fokus mencari solusinya..
Tidak heran jika orang yang seperti ini hidupnya dipenuhi PENDERITAAN dan TRAGEDI..
Maka tidaklah mengherankan jika kehidupan orang yang seperti ini sangat "memprihatinkan" sekali..
Orang seperti ini sering disebut sebagai PECANDU DERITA..
Mungkin dia sering berdo'a kepada Tuhan, namun tanpa disadarinya dia sudah menghapus do'a nya sendiri, dengan rajin mengucapkan kata-kata negatif yang berlawanan dengan do'a-do'a pengharapan yang diucapkannya sendiri..
So, mulai sekarang biasakan diri untuk senantiasa menanam, merawat, dan menjaga setiap kata-kata yang akan keluar dari mulut kita pastikan HANYA KATA-KATA YANG POSITIF...
SEMOGA BERMANFAAT..
(Dari seorang teman..dan nasehat utk diriku sendiri..)
Let's Transform!
Kekuatan Sejati ada di Hati
Sesungguhnya Allah meletakkan kekuatan orang beriman di dalam hatinya, bukan pada anggota tubuhnya. Tidakkah Anda memperhatikan orang tua yang sudah lemah fisiknya tapi masih mampu berpuasa di siang yang sangat panas dan bangun di malam hari untuk melakukan shalat malam? Padahal banyak orang-orang yang masih muda lagi kuat fisiknya tidak sanggup untuk melaksanakannya.”
(Dari kitab Hilyatul Auliya, karya Abu Nu’aim al-Ashbahani)
(Dari kitab Hilyatul Auliya, karya Abu Nu’aim al-Ashbahani)
Inspirasi Hidup
🍒 ... Ada sejumlah rumus kehidupan yang sangat layak untuk kita amalkan, antara lain:
1 ... Barangsiapa memperbaiki hatinya niscaya Allah akan memperbaiki lahiriahnya.
2 ... Barangsiapa beramal untuk agamanya niscaya Allah akan mencukupi urusan dunianya.
3 ... Barangsiapa memperbagus apa yang ada di antara dirinya dan Allah, niscaya Allah akan mencukupi apa yang ada di antara dirinya dan sesamanya.
💐 ... Ada dua macam rezeki: (1) rezeki yang mencari dan (2) rezeki yang dicari. Orang yang mencari dunia, niscaya dia akan dicari oleh kematian sehingga Allah mengeluarkannya dari dunia.
Adapun orang yang mencari akhirat, niscaya dia akan dicari oleh dunia sehingga Allah Azza wa Jalla mencukupi rezekinya.
💝 ... (Al-Hikam Ali bin Abi Thalib)
MENDETEKSI KESOMBONGAN
Seorang pria yang bertamu di rumah Sang Kiyai tertegun keheranan.
Dia melihat Sang Kiyai sedang sibuk bekerja sendiri menyikat lantai rumahnya sampai bersih.
Pria itu bertanya:
“Apa yang sedang Anda lakukan Pak Kiyai ?”.
Pak Kiyai menjawab:
“Tadi saya kedatangan tamu yang meminta nasehat. Saya berikan banyak nasehat yang bermanfaat. Namun, setelah tamu itu pulang saya MERASA JADI ORANG HEBAT.
Kesombongan saya mulai muncul, karena itu, saya lakukan PEKERJAAN INI untuk membunuh PERASAAN SOMBONG"
SOMBONG adalah PENYAKIT yg sering menghinggapi kita semua, benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari.
Ditingkat PERTAMA:
SOMBONG disebabkan oleh FAKTOR MATERI, di mana kita merasa:
- Lebih KAYA,
- Lebih RUPAWAN
- Lebih TERHORMAT daripada orang lain.
DITINGKAT KEDUA:
SOMBONG disebabkan oleh FAKTOR KECERDASAN, kita merasa:
- Lebih PINTAR
- Lebih KOMPETEN yang PALING BENAR, &
- Lebih BERWAWASAN dibandingkan orang lain.
DITINGKAT KETIGA
SOMBONG disebabkan oleh FAKTOR KEBAIKAN, kita sering menganggap diri:
- Lebih BERMORAL
- Lebih PEMURAH, &
- Lebih TULUS dibandingkan dengan orang lain.
Yang menarik...., Semakin Tinggi tingkat KESOMBONGAN kita, semakin sulit pula kita mendeteksinya.
SOMBONG karena MATERI mudah terlihat, namun SOMBONG karena PENGETAHUAN, apalagi SOMBONG karena KEBAIKAN, SULIT TERDETEKSI, apalagi "SOMBONG KARENA DIRI LEBIH BERTAQWA, LEBIH SHALIH", itu seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam bathin kita
Subhanallah !!
Segala "pujian" hanya bagi ALLAH SWT, "Kesombongan" hanya milik ALLAH SWT,
tidak diperkenankan untuk kita..
Ingatlah dahulu makhluk yang paling taat menyaingi Malaikat tercampak kedalam kehinaan yang sangat, dialah Iblis.
Cobalah berusaha setiap hari, kita INTROSPEKSI diri kita karena setiap hal yang baik & yang bisa kita lakukan, semua adalah karena "ANUGERAH ALLAH SWT"
KESOMBONGAN hanya akan membawa kita pada KEJATUHAN yang mendalam. Karena Nabi SAW bersabda: bila masih ada
sebiji dzarah ke"SOMBONG"an dalam hati..tidak akan masuk Syurga
Tetap BERSABAR, RENDAH HATI sebab KADANG orang yang KITA HADAPI ternyata LEBIH HEBAT dari KITA.
Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang TERHINDAR dari KESOMBONGAN & termasuk dalam orang-orang yang BERSABAR, RENDAH HATI & memperoleh PETUNJUK serta KERIDHOAN ALLAH karena semuanya hanya Milik Allah.
DUNIA MENGUBAH KAMI SEMUA, KECUALI ENGKAU WAHAI ABU UBAIDAH...
Abu Ubaidah bin Jarrah, salah seorang dari sepuluh sahabat yang dijamin syurga. Lelaki terpercaya yang diberi gelar oleh Rasulullah sebagai Aamiinu Hadzil Ummah (Orang kepercayaan ummat ini).
Beliau ditunjuk oleh Khalifah Umar ibnul Khattab radhiyallahu'anhu sebagai Gubernur di Wilayah Syam. Wilayah yang sangat kaya dan penuh peninggalan berharga, hingga hari ini.
Saat Umar datang ke Syam, beliau meminta agar diajak oleh Abu Ubaidah utk mengunjungi rumahnya.
Abu Ubaidah menjawab, "Untuk apa engkau datang ke rumahku..? Sungguh, engkau hanya akan memeras air mata melihatnya." Namun, Umar bersikeras.
Berjalanlah mereka berdua menuju ke kediaman Abu Ubaidah Al Jarrah, Gubernur Wilayah Syam.
Umar masuk ke rumah Abu Ubaidah, dan beliau tidak mendapati perabotan apapun di rumahnya kecuali hanya pedang, tameng, tikar, nampan (untuk makan) dan kantong air yang sudah usang.
Umar pun bertanya, "Mana barang-barangmu yang lain..? Apakah engkau memiliki makanan..?"
Abu Ubaidah meraih keranjang yang juga sudah usang dan mengambil beberapa potong roti yang kecil.
Umar menangis, Abu Ubaidah pun berbisik, "Bukankah aku sudah katakan kepadamu wahai Amirul Mu'minin bahwa engkau hanya akan memeras air matamu jika ke rumahku."
Beliau berkata, "Sungguh, hanya dengan bekal (perabotan) ini, sudah cukup bagi kami sekeluarga untuk sampai ke tujuan (kampung akhirat)."
Umar pun berkata, "Dunia telah mengubah kami semua selain engkau, wahai Abu Ubaidah."
Motivasi Hidup Kita
Majulah tanpa menyingkirkan orang lain
Naiklah setinggi-tingginya tanpa menjatuhkan orang lain
berbahagialah tanpa menyakiti orang lain
Berhasillah tanpa menzhalimi orang lain
Naiklah setinggi-tingginya tanpa menjatuhkan orang lain
berbahagialah tanpa menyakiti orang lain
Berhasillah tanpa menzhalimi orang lain
Langganan:
Postingan (Atom)